Gaza, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas, Brigade Qassam, mengumumkan pihaknya telah menggempur situs militer Kissufim pendudukan dengan salvo rudal pada hari Jumat (14/6), dan media Israel melaporkan kebakaran terjadi di sana akibat serangan tersebut.
Para pejuang Brigade Qassam juga telah meledakkan lubang terowongan yang telah dijadikan jebakan hingga menyebabkan sejumlah tentara Zionis tewas dan terluka di sebelah timur lingkungan Zaytoun di Kota Gaza.
Media Israel mengakui pemboman terowongan tersebut, dan melaporkan bahwa tentara yang terkena serangan itu telah dievakuasi ke rumah sakit.
Para pejuang Al-Qassam memantau pendaratan helikopter Black Hawk untuk mengevakuasi tentara Israel yang tewas dan terluka di sebelah timur lingkungan Zaytoun di Kota Gaza.
Brigade Al-Qassam juga melepaskan serangan mortir 120 mm terhadap perkumpulan pasukan Zionis yang menembus daerah timur lingkungan Al-Zaytoun di Kota Gaza serta menghantam satu unit tank Merkava dengan peluru Al-Yassin 105 di lingkungan Tal Al-Sultan di sebelah barat kota Rafah, Jalur Gaza selatan.
Di Rafah pula, Brigade Al-Qassams melancarkan serangan mortir terhadap pasukan pendudukan yang ditempatkan di selatan dan barat daya lingkungan Tal Al-Sultan.
Beberapa faksi pejuang Palestina lain, termasuk Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam, juga terus bertempur dengan menyerang pasukan Israel di bagian tengah Rafah, dan Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap militer Fatah, yang menyerang perkumpulan pasukan Zionis di sekitar Karam Abu Salim di bagian timur Rafah dengan menggunakan peluru mortir berat.
Di Netzarim , Brigade Al-Quds menyerang pusat komando dan kendali Israel dengan peluru 107 , sementara Brigade Al-Aqsa menyerang markas tentara pendudukan dengan sejumlah peluru mortir, dan pasukan Syahid Omar Al-Qasim, sayap militer Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, menyerang posisi pasukan pendudukan di Netzarim barat dengan mortir.
Sementara itu, Kantor Media Pemerintah (GMO) di Jalur Gaza menyatakan Israel telah melakukan lebih dari 3.300 pembantaian di Jalur Gaza sejak dimulainya serangan militer pada Oktober tahun lalu.
GMO menyebutkan bahwa pembantaian tanpa henti oleh pasukan pendudukan Israel bahkan telah mengakibatkan sekitar 50.000 korban jiwa – jika korban yang berada di dalam reruntuhan juga dihitung-, sekitar 84.000 orang lainnya juga terluka, dan lebih dari dua juta orang terpaksa mengungsi.
Rezim Zionis Israel mengobarkan perang di Jalur Gaza sejak 7 Oktober tahun lalu sebagai reaksi terhadap Badai Al-Aqsa, sebuah operasi pembalasan para pejuang Gaza terhadap eskalasi kejahatan Israel selama bertahun-tahun terhadap bangsa Palestina.
Israel juga telah memblokade Jalur Gaza secara total hingga mambatasi masuknya bahan makanan, obat-obatan, listrik, dan air ke wilayah tersebut.
“Rakyat Palestina juga menderita akibat meningkatnya perang kelaparan, memburuknya bencana kemanusiaan dengan cepat, dan munculnya gejala kelaparan di Jalur Gaza,” ungkap GMO.(mm/almayadeen/presstv)