Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Bocoran Baru Sepelekan Tingkat Kerusakan pada Proyek Nuklir Iran Akibat Serangan AS

Published 30/06/2025 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Citra satelit yang dinilai menunjukkan kerusakan pada fasilitas Fordow akibat serangan AS.

Washington, LiputanIslam.com –  Washington Post dalam laporannya pada hari Minggu (29/6) mengutip pernyataan empat orang yang dinilai mengetahui informasi rahasia yang beredar di dalam pemerintahan AS bahwa komunikasi Iran yang disadap mencakup pernyataan yang meremehkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS terhadap program nuklir Iran.

Seorang sumber, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengonfirmasi laporan tersebut kepada Reuters, namun mengatakan ada pertanyaan serius tentang apakah pejabat Iran mengatakan yang sebenarnya, dan menilai penyadapan tersebut sebagai indikator yang tidak dapat diandalkan.

Laporan Washington Post menyebutkan berbagai peristiwa terbaru yang menimbulkan pertanyaan tentang tingkat kerusakan pada program nuklir Iran. Sebuah penilaian awal yang dibocorkan oleh Badan Intelijen Pertahanan memperingatkan bahwa serangan tersebut mungkin hanya membuat Iran mundur beberapa bulan.

Presiden AS Donald Trump mengklaim serangan itu “benar-benar menghancurkan” program nuklir Iran, tapi para pejabat AS lain mengakui bahwa perlu waktu untuk menilai sepenuhnya kerusakan yang disebabkan oleh serangan militer AS awal minggu lalu.

Pemerintah Trump tidak menyangkal adanya komunikasi intelijen yang disadap, namun sangat tidak setuju dengan kesimpulan Iran dan mempertanyakan kemampuan mereka untuk menilai kerusakan pada fasilitas nuklir yang menjadi sasaran operasi AS.

“Gagasan bahwa para pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya tahu apa yang terjadi di bawah reruntuhan setinggi ratusan kaki adalah omong kosong. Program senjata nuklir mereka sudah berakhir,” kata juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt kepada Washington Post.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Minggu di Fox News, Trump menegaskan kembali keyakinannya bahwa serangan itu menghancurkan kemampuan nuklir Iran.

“Mereka hancur seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya. Itu berarti akhir dari ambisi nuklir mereka, setidaknya untuk jangka waktu tertentu,” katanya.  Dalam pengarahan rahasia kepada Kongres minggu lalu, Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan kepada anggota parlemen bahwa beberapa situs nuklir utama telah hancur total, termasuk fasilitas yang didedikasikan untuk proses produksi logam uranium, yang akan memakan waktu bertahun-tahun untuk dibangun kembali.

Menurut Washington Post, para analis secara umum setuju bahwa serangan itu menggunakan senjata besar, termasuk bom penghancur bunker dan rudal jelajah Tomahawk, yang disebutkan telah merusak parah fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Namun, tingkat kerusakan dan waktu yang dibutuhkan untuk rekonstruksi masih kontroversial.

Iran: Trump Tebar Omong Kosong

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyebut klaim Trump sebagai omong kosong yang dilontarkan sebagai bentu perang psikologis.

“Penyebaran pesan-pesan yang kontradiktif dan kebohongan para politisi asing, yang dipimpin oleh presiden AS, telah menjadi pilar mendasar perang psikologis musuh. Dia mengklaim suatu hari telah mencabut sanksi melalui media sosial, lalu memberlakukannya kembali keesokan harinya dengan dalih yang berbeda, demi menunjukkan bahwa problematikanya terletak pada pejabat Iran.”

Dia menambahkan, “Masih belum jelas bagaimana AS dapat memulai perang di tengah negosiasi, sementara politisi yang kontradiktif  ini secara bersamaan berbicara tentang keinginannya untuk mencapai kesepakatan dan kemungkinan perang baru, dengan tujuan menanamkan rasa takut di hati rakyat Iran.”

Qalibaf juga mengatakan, “Mereka yang mengkhianati tanah air mereka dan menghambur-hamburkan modal media mereka kini menggunakan perang psikologis langsung terhadap pemuda Iran. Namun, rakyat Iran mengetahui metode ini dengan baik, dan pengkhianat akan menderita kekalahan. Rakyat Iran tidak akan pernah meninggalkan tanah air mereka dalam keadaan apa pun, dan pengkhianat serta tentara bayaran tidak punya tempat selain di tong sampah sejarah.” (mm/reuters/washingtonpost)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love2
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account