KhanYounis, LiputanIslam.com – Sedikitnya 70 warga Palestina gugur dan lebih dari 200 orang terluka dalam serangan terbaru Israel di wilayah Khan Younis di Gaza selatan. Tragedi baru ini terjadi ketika para pengungsi justru berusaha melarikan diri dari serangan tank dan serangan udara Israel.
“Akibat serangan dan pembantaian oleh pasukan pendudukan Israel di provinsi Khan Yunis sejak dini hari tadi hingga sekarang, 70 orang gugur syahid dan lebih dari 200 orang terluka,” ungkap Kementerian Kesehatan Gaza dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (22/7), sembari menyebutkan korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak.
Penduduk di daerah padat penduduk di Gaza selatan mengatakan tank-tank Zionis bergerak maju sejauh lebih dari 2 kilometer ke Bani Suheila di tepi timur Khan Younis, memaksa penduduk melarikan diri karena tembakan.
Serangan ketiga Israel di kota selatan dimulai tak lama setelah warga Palestina diperintahkan meninggalkan daerah tersebut, yang telah ditetapkan sebagai “zona aman”, sehingga memberikan sedikit waktu bagi masyarakat untuk mencari keselamatan.
Warga Palestina terbunuh oleh serangan tank Israel di Bani Suheila dan kota-kota lain di timur Khan Younis, dan daerah itu juga dibombardir melalui udara, menurut petugas medis.
“Ini seperti hari kiamat. Orang-orang melarikan diri karena tembakan. Banyak yang tewas dan terluka di jalan,” kata seorang warga Palestina bernama Abu Khaled kepada Reuters .
Komplek Medis Nasser di Khan Younis telah dipenuhi pasien, dan korban luka dirawat di lantai. Petugas medis di fasilitas medis mengatakan situasinya “di luar kendali”.
Sebelumnya di hari yang sama, militer Israel memerintahkan warga Palestina di al-Mawasi, yang terletak di sepanjang pantai Gaza antara kota Khan Younis dan Rafah, untuk pergi.
Mengenai operasi barunya di sana, Israel beralasan bahwa pejuang Palestina telah menggunakan daerah tersebut untuk melancarkan serangan terhadap pasukan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, mereka mendesak masyarakat untuk pindah dari wilayah timur Khan Younis ke wilayah barat, “wilayah kemanusiaan yang disesuaikan di al-Mawasi”. (mm/aljazeera)