Gaza, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa pasukan Israel telah membunuh 120 warga Palestina dalam 24 jam terakhir, 57 di antaranya berada di dekat lokasi Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung AS.
Pejabat medis di rumah sakit Al-Shifa dan Al-Quds pada hari Rabu (11/6) mengatakan bahwa pasukan Israel membunuh sedikitnya 25 orang dan melukai puluhan lainnya saat para korban mendekati lokasi distribusi bantuan GHF di dekat bekas pemukiman Netzarim.
Pejabat medis di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis di Jalur Gaza selatan mengatakan pasukan rezim Israel membantai sedikitnya 6 orang saat mereka mendekati lokasi GHF lainnya di Rafah yang lebih jauh ke selatan.
Kementerian Kesehatan menyatakan pasukan Israel membantai 26 warga pencari bantuan di dekat lokasi GHF lainnya, sehingga jumlah korban gugur di dekat pusat distribusi bantuan pada hari Rabu tercatat 57 orang.
“Kami mengangkut sedikitnya 31 martir dan sekitar 200 orang terluka akibat tembakan tank dan pesawat tak nirawak Israel terhadap ribuan warga … dalam perjalanan mereka untuk mendapatkan bahan makanan dari pusat bantuan Amerika,” kata Mahmud Bassal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza.
Bassal mengatakan ribuan warga Palestina telah berkumpul sejak pukul 2 dini hari dengan harapan dapat mencapai pusat distribusi makanan GHF.
“Tank-tank Israel melepaskan tembakan beberapa kali, dan kemudian sekitar pukul 5:30 pagi, mengintensifkan tembakan mereka, bertepatan dengan tembakan gencar dari pesawat nirawak yang menargetkan warga sipil,” katanya.
Pada hari Selasa, Kementerian tersebut menyatakan pasukan Israel membunuh 17 orang di dekat lokasi bantuan GHF di Rafah.
GHF adalah organisasi AS, yang berpusat di Delaware, yang didirikan pada bulan Februari 2025 untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan di Gaza. GHF mendapat dukungan dari kabinet Israel dan pemerintahan Trump serta beroperasi melalui perusahaan-perusahaan swasta.
Organisasi tersebut telah dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi kemanusiaan lainnya karena mempolitisasi distribusi bantuan.
Badan-badan kemanusiaan yang mapan seperti Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina (UNRWA) mengatakan GHF adalah kedok bagi rezim Israel untuk mengejar tujuannya, yaitu memangkas jumlah penduduk Palestina di Gaza. (mm/presstv)