Gaza, LiputanIslam.com – Sedikitnya sembilan orang tewas dan banyak lainnya terluka akibat serangan Israel terhadap truk penyalur bantuan di Deir el-Balah, Jalur Gaza, Minggu (3/3), menurut laporan kantor berita Palestina, Wafa.
Seorang saksi mata menyebutkan bahwa daerah itu “dihujani rudal, pecahan peluru beterbangan, dan potongan tubuh beterbangan di udara.”
“Truk ini membawa bantuan, dengan relawan sipil di dalamnya. Mereka membawa makanan untuk pengungsi Gaza. Diduga Deir el-Balah merupakan zona aman,” terangnya.
Pada hari Minggu malam, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra mengatakan ada “lusinan” korban dalam “pembantaian mengerikan” terhadap para pencari bantuan di dekat bundaran Kuwait di Jalan Salah al-Din di selatan Kota Gaza.
Belum ada komentar langsung dari militer Israel.
Belakangan ini militer Israel tampak sengaja menyasar orang-orang yang menunggu makanan dan apa pun untuk bertahan hidup
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 15 anak telah meninggal dalam beberapa hari terakhir akibat kekurangan gizi dan dehidrasi di Rumah Sakit Kamal Adwan di Kota Gaza.
Badan anak-anak PBB, UNICEF, memperingatkan bahwa akan lebih banyak lagi anak-anak di Gaza yang akan meninggal karena dehidrasi dan kekurangan gizi kecuali ada intervensi langsung untuk memastikan adanya bantuan.
“Sekarang, kematian anak-anak yang kami khawatirkan telah terjadi dan kemungkinan akan meningkat pesat kecuali perang berakhir dan hambatan terhadap bantuan kemanusiaan segera diselesaikan,” tulis direktur regional UNICEF untuk MENA, Adele Khodr, dalam sebuah pernyataan.
Sejauh ini, lebih dari 30.400 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, gugur dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober, menurut pihak berwenang Palestina.
Israel melancarkan pemboman dahsyat dan invasi darat ke Jalur Gaza setelah Hamas, yang menguasai Gaza, memimpin serangan terhadap Israel yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang, menurut angka resmi Israel, dan menawan sekitar 250 orang lainnya.
Negosiasi mengenai potensi gencatan senjata antara Israel dan Hamas dilanjutkan pada hari Minggu (3/2), setelah seorang pejabat AS menyebutkan bahwa Israel telah mendukung kerangka kerja untuk gencatan senjata sementara dan pertukaran tawanan Israel dan tahanan Palestina.
Pejabat Hamas tiba di Kairo pada hari Minggu, tetapi media Israel melaporkan bahwa Israel tidak mengirimkan delegasi untuk perundingan tersebut, yang dimediasi oleh utusan dari Qatar, Mesir dan AS.
Sehari sebelumnya, seorang narasumber yang mengetahui tentang perundingan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Israel dapat menjauh dari Kairo kecuali Hamas terlebih dahulu menyampaikan daftar tawanannya.
Sumber Palestina mengatakan kepada lembaga tersebut bahwa Hamas sejauh ini menolak permintaan tersebut.
Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan Israel telah menyetujui kerangka kesepakatan gencatan senjata yang akan dibahas di Kairo.
“Ada kesepakatan kerangka kerja. Israel kurang lebih telah menerimanya,” kata seorang pejabat senior AS di pemerintahan Presiden Joe Biden pada hari Sabtu. (mm/raialyoum)