Sanaa, LiputanIslam.com – Kepala kantor media pemerintah di Gaza, Salama Marouf, pada hari Senin (6/11), mengumumkan bahwa selama perang berkobar sejak 7 Oktober lalu, Israel telah membombardir Jalur Gaza dengan lebih 30,000 ton bahan peledak.
“Berlanjutnya kejahatan Nazi-Zionis terhadap rakyat kami di Jalur Gaza, dan tercatatnya 13.000 syuhada dan orang hilang dalam 31 hari, mencerminkan kematian untuk apa yang disebut legitimasi internasional, yang bungkam di depan agresi rezim pendudukan, dan tak dapat menghentikannya meski sehari saja,” ungkap Marouf.
Marouf menganggap Sekjen PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertanggung jawab melindungi rumah sakit, setelah Israel menjadikan rumah sakit sebagai target agresi, yang terjadi bersamaan dengan menipisnya bahan bakar dan dimulainya hitungan mundur untuk berhentinya generator listrik sekunder, setelah generator utama di dalamnya berhenti.
Dia menambahkan, “Rezim pendudukan Israel menghancurkan 222 sekolah, menyebabkan kerusakan akibat pemboman yang terus menerus, membuat 60 sekolah tidak dapat digunakan, dan menghancurkan 88 kantor pusat pemerintah, sejak awal agresi.”
Dia juga menyebutkan, “Pesawat, tank, dan kapal rezim pendudukan membom Jalur Gaza dengan lebih dari 30.000 ton bahan peledak, rata-rata 82 ton per kilometer persegi, sejak awal perang pada 7 Oktober tahun lalu.”
Tim medis mencatat kematian lebih dari 10.000 orang dan 3.000 orang hilang, menurut pernyataan dari kantor media pemerintah di Gaza.
Israel melakukan 1.050 genosida, melukai lebih dari 25.000 orang, smenghancurkan 32 ambulan serta menyebabkan kerusakan parah pada 113 institusi kesehatan, dan melumpuhkan 16 rumah sakit dan 32 puskesmas.
Marouf merinci bahwa serangan Israel selama ini telah menyebabkan sebanyak 222.000 unit rumah rusak, 10.000 bangunan hancur total, 40.000 unit rumah hancur total, selain 192 masjid rusak, 56 masjid di antaranya hancur total akibat pendudukan. Israel juga menyerang tiga gereja.
Israel melakukan berbagai pelanggaran terhadap staf pemerintah dan jurnalis, dengan rincian 47 jurnalis, 53 imam dan khatib, serta 18 personel pertahanan dan penyelamatan sipil. (mm/almayadeen)