Gaza, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menjumpai pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada hari Selasa (31/10) dalam pertemuan kedua sejak konflik meletus antara kubu pejuang Palestina dan rezim Zionis Israel pada 7 Oktober.
Pertemuan itu berlangsung di di ibu kota Qatar, Doha, dan Menlu Iran mendapat penjelasan dari Haniyeh tentang situasi terkini masyarakat di Gaza di tengah agresi Israel yang sedang berlangsung di wilayah kecil yang terblokade tersebut.
“Wilayah ini berada pada titik kritis dan kubu resistensi di sana mengambil keputusan secara independen dan mereka tidak serta merta menunggu keputusan politik,” ungkap Amir-Abdollahian.
Dia menambahkan, “Karena itu, jika kejahatan perang rezim Zionis terus berlanjut dan cakupan konflik serta perang semakin meluas, tidak ada pihak yang tidak terpengaruh oleh konsekuensi dan dampaknya.”
Sementara itu, Haniyeh memastikan kubu perlawanan Palestina berada pada puncak kekuatan dan kemampuannya, dan karena itu apa yang bisa dilakukan oleh pasukan Zionis hanyalah menyerang warga sipil.
Menurutnya, jumlah bahan peledak yang digunakan terhadap penduduk dan daerah pemukiman di Gaza melebihi volume bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima, dan kebrutalan di Gaza itu dilakukan Israel dengan dukungan penuh dari AS dan beberapa negara Eropa.
Amir-Abdollahian dan Haniyeh juga telah bertemu sebelumnya di Doha pada 14 Oktober, seminggu setelah Hamas melancarkan operasi militer yang sukses terhadap pemukim Israel dan pasukan militer di wilayah pendudukan di sekitar Gaza.
Amir-Abdollahian tiba di Qatar pada Selasa pagi untuk berkoordinasi dan mendiskusikan upaya yang diperlukan untuk segera menghentikan pertempuran di Gaza.
Teheran mengumumkan pihaknya siap menggunakan hubungannya dengan Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata antara kelompok tersebut dan Israel, meskipun Iran tidak memiliki hubungan apa pun dengan rezim tersebut.
Menteri luar negeri Iran mengadakan pertemuan dengan pejabat senior Qatar pada hari Selasa sebelum berangkat ke Turki untuk melanjutkan upaya diplomatiknya guna membantu menemukan solusi atas krisis di Palestina. (mm/presstv)
Baca juga:
Iran Bersumpah akan Beri “Respon Tegas” Jika Kepentingan Nasionalnya Terancam
Bela Gaza, Tentara Yaman Gempur Israel dengan Rudal dan Drone