Riyadh, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump mengaku akan memerintahkan pencabutan sanksi terhadap Suriah, sebuah perubahan besar kebijakan AS menjelang pertemuan Trump dengan Presiden interim Suriah Ahmed al-Sharaa alias Abu Muhammad al-Julani.
Trump akan menyapa al-Sharaa di Arab Saudi pada hari Rabu, menurut seorang pejabat Gedung Putih, yang akan mengatur pertemuan Trump dengan al-Sharaa, yang mengambil alih kekuasaan setelah Bashar al-Assad digulingkan. Dua sumber kepresidenan Suriah mengatakan bahwa Trump dan al-Sharaa akan bertemu pada hari Rabu pagi (14/5).
“Saya akan memerintahkan penghentian sanksi terhadap Suriah untuk memberi mereka kesempatan meraih kejayaan,” kata Trump dalam sebuah forum investasi di Riyadh, di awal lawatannya ke negara-negara Arab Teluk Persia, Selasa (13/5).
“Ini saatnya mereka bersinar. Kita singkirkan mereka semua. Semoga beruntung Suriah, tunjukkan kami sesuatu yang sangat istimewa,” lanjutnya.
Trump mengaku membuat keputusan tersebut setelah berdiskusi dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang sama-sama mendesak pencabutan sanksi.
Di sisi lain, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mengatakan bahwa pemerintahnya tengah menggelar “pembicaraan tidak langsung” dengan Israel untuk meredakan ketegangan antara kedua negara, menyusul serangan Israel yang menghancurkan sejak Desember.
“Ada pembicaraan tidak langsung (dengan Israel) yang berlangsung melalui mediator untuk meredakan situasi dan mencoba mengendalikan situasi agar tidak mencapai titik di mana situasi lepas dari kendali kedua belah pihak,” kata al-Sharaa dalam konferensi pers di Paris bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Rabu pekan lalu.
Sharaa berkata demikian beberapa jam setelah UEA dilaporkan memantapkan dirinya sebagai saluran komunikasi antara Suriah dan Israel.
Jauh hari sebelum itu, al-Sharaa dilaporkan telah menyatakan keterbukaannya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan bergabung dengan Perjanjian Abraham “dalam kondisi yang tepat”, di tengah pendudukan Israel yang sedang berlangsung di Suriah selatan dan serangannya secara terus menerus di berbagai wilayah Suriah.
Anggota Kongres Amerika Serikat Cory Mills dari Florida dan Marlin Stutzman dari Indiana juga telah berkunjung ke Damaskus, ibu kota Suriah, untuk bertemu dengan pejabat Suriah, dalam kunjungan resmi pertama oleh anggota parlemen AS ke Suriah sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada tanggal 8 Desember 2024.
Menurut Bloomberg, Mills – yang bertugas di Komisi Urusan Luar Negeri dan Angkatan Bersenjata DPR – mengadakan pertemuan dengan Al-Sharaa, dan saat itu Al-Sharaa mengatakan kepadanya bahwa pemerintahan baru Suriah berminat untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham, yaitu perjanjian normalisasi hubungan Arab-Israel. (mm/reuters/mee/memo)