Bentrokan Berdarah di Irak Mereda, Pasukan Sadr Mundur, Moqtada Sadr Minta Maaf

0
180

Baghdad, LiputanIslam.com   Massa dan milisi Blok Sadr pimpinan ulama Syiah Irak Moqtada Sadr akhirnya mundur dari Zona Hijau berkeamanan tinggi di Baghdad setelah pecah kerusuhan berdarah pada Senin malam (29/8).

Mereka mundur pada hari Selasa (30/8) tak lama setelah Sadr meminta para pendukungnya mundur dan menuntut diakhirinya pertempuran antara sesama milisi Syiah yang telah menewaskan 30-an orang dan melukai ratusan lainnya.

“Saya meminta maaf kepada rakyat Irak, satu-satunya yang terkena dampak peristiwa itu,” kata al-Sadr kepada wartawan dari markasnya di kota Najaf, Irak tengah.

“Apa yang terjadi kemarin sangat menyedihkan saya, saya menginginkan revolusi damai, bukan dengan senjata,” imbuhnya.

Dia lantas mengatakan, “Saya mundur secara pensiun definitif dari politik, saya adalah warga (biasa) Irak dan tak mencampuri urusan politik.”

Sembari menegaskan bahwa “darah orang Irak adalah haram, haram dan haram”, dia juga memperingatkan, “Jika dalam 60 menit pada Sadrist tidak mundur dari parlemen maka saya berlepas diri dari mereka.”

Dia berterima kasih kepada pasukan keamanan yang, menurutnya, tidak berpihak kepada kubu manapun dalam insiden kekerasan yang terjadi belakangan ini. Dia juga meminta maaf kepada bangsa Irak atas insiden ini.

Senin lalu, Hassan Al-Adzrai, tokoh Blok Sadr yang mundur dari parlemen, menyatakan bahwa Moqtada Sadr mengaku melakukan “aksi mogok makan sampai kekerasan dan penggunaan senjata dihentikan”.

Bentrokan dengan senjata berat, sedang dan ringan kembali terjadi di Zona Hijau dan sekitarnya untuk hari kedua berturut-turut antara pendukung  Blok Sadr dan pasukan Al-Hashd Al-Shaabi di dalam Zona Hijau Baghdad, pada Selasa pagi.

Menurut sumber informasi dan aktivis, senjata sedang dan berat digunakan dalam konfrontasi. Jumlah korban tewas akibat bentrokan bertambah menjadi 33 orang, yang sebagian besar adalah pendukung al-Sadr, sementara ratusan orang yang terluka.

Segera setelah penarikan dimulai, tentara mengumumkan pencabutan jam malam yang diumumkan pada hari Senin.

Kelompok Kerangka Koordinasi Irak, kubu lawan Blok Sadr, pada hari Selasa, mengumumkan berakhirnya aksi duduk massa pendukungnya di dekat jembatan di Baghdad tengah, sementara Perdana Menteri Mustafa Al-Kazemi memerintahkan jembatan itu dibuka untuk lalu lintas.

Panitia penyelenggara protes dari kubu Kerangka Koordinasi meminta para demonstran “kembali ke rumah mereka.”

“Kami salut dengan kesabaran dan ketabahan Anda dalam aksi duduk membela negara dan legitimasi selama beberapa minggu terakhir, terlepas dari semua ancaman,” ungkap panitia itu. (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Moqtada Sadr Mundur dari Kancah Politik Irak, Kerusuhan Landa Baghdad, Puluhan Orang Terbunuh

 

DISKUSI: