Haifa, LiputanIslam.com – Belasan pemukim Zionis Israel terluka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis, akibat serangan yang dilakukan seorang warga Palestina dengan menabrakkan mobil di wilayah pendudukan.
Laporan media mengatakan serangan di luar kota Karkur di dekat Haifa melukai sedikitnya 13 orang pada Kamis sore (27/2).
Radio militer Israel mengonfirmasi bahwa sebuah mobil menabrak sekelompok pemukim di persimpangan Karkur. Salah satu yang terluka dalam kondisi kritis dan dua lainnya dalam kondisi parah.
Polisi Israel mengatakan bahwa terduga penyerang, yang berasal dari Jenin di Tepi Barat, terbunuh setelah melancarkan serangan tersebut.
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah sejumlah ledakan bus mengguncang kota Bat Yam di dekat Tel Aviv, yang menimbulkan ketakutan di kalangan pemukim dan melumpuhkan aktivitas kota.
Polisi Israel mengatakan bahwa ledakan mengguncang beberapa bus di Bat Yam pada Kamis malam.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan bus di Tel Aviv, yang terjadi setelah hampir 16 bulan kampanye genosida Israel di Gaza dan serangan destruktif yang sedang berlangsung di Tepi Barat.
Pejabat Israel mengatakan ada kecurigaan bahwa serangan ledakan bus tersebut terkait dengan Tulkarem di Tepi Barat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk melakukan “operasi intensif” di Tepi Barat menyusul ledakan pada bus-bus di dekat Tel Aviv.
Menteri urusan militer Israel memerintahkan pasukan untuk tetap berada di kamp pengungsi Tepi Barat karena rezim tersebut meningkatkan serangan di wilayah pendudukan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, Israel Katz mengaku telah memerintahkan pasukan militer untuk memperluas serangan di kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat utara untuk membongkar infrastruktur milik warga Palestina.
Setidaknya 40.000 warga Palestina telah mengungsi dari rumah mereka di Jenin dan Tulkarem di dekatnya sejak Israel memulai serangan militernya bulan lalu. (mm/presstv)