Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah menembakkan puluhan roket Katusya ke bagian utara Palestina pendudukan, sehari setelah serangan Israel menewaskan 15 orang di daerah perkotaan padat di selatan Lebanon.
Hizbullah pada Kamis malam (15/2) menyatakan, “Sebagai balasan pertama atas pembantaian di Nabatiyeh dan Sawaneh, pejuang perlawanan Islam menembakkan puluhan roket jenis Katyusha ke Kiryat Shmona.”
Hizbullah membalas demikian tak lama setelah mengancam bahwa Israel akan “membayar” pembunuhan warga sipil termasuk lima anak-anak di Lebanon selatan, yang menjadi peristiwa paling mematikan bagi orangLebanon dalam empat bulan agresi Israel.
Tujuh warga sipil gugur di Nabatieh pada Rabu malam ketika serangan Israel di kota selatan itu menghantam sebuah gedung bertingkat. Para korban berasal dari keluarga besar yang sama, termasuk tiga anak.
Serangan ini menyusul serangan sebelumnya yang menggugurkan seorang wanita dan dua anak di desa al-Sawana di perbatasan Lebanon, yang dimakamkan pada hari Kamis.
“Musuh akan menanggung akibatnya atas kejahatan ini,” kata politisi Hizbullah Hassan Fadlallah kepada Reuters, sembari menegaskan bahwa Hizbullah mempunyai “hak yang sah untuk membela rakyatnya”.
Hizbullah menanggapi agresi Israel sebagai solidaritas terhadap Palestina dengan serangkaian tembakan roket dan rudal presisi yang mengenai sasaran militer.
Pada hari Rabu, Hizbullah menggempur pangkalan militer Israel di Safed dengan tembakan roket, menewaskan satu tentara Israel dan melukai delapan lainnya. (mm/presstv/raialyoum)