Damaskus, LiputanIslam.com – Bandara Internasional Damaskus, Suriah, kembali lumpuh akibat pemboman Israel beberapa jam setelah bandara tersebut kembali beroperasi pada hari Ahad (26/11) , menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).
SOHR menyatakkan, “Jet-jet tempur Israel pada Ahad sore melancarkan serangan baru yang menyasar Bandara Internasional Damaskus… menyerang landasan pendaratan bandara hingga bandara tersebut kembali tidak dapat digunakan.”
SOHR menambahkan bahwa ledakan lain terdengar dari arah Bandara Mezzeh di sisi lain ibu kota.
SOHR juga melaporkan bahwa seorang perwira berpangkat kapten dan dua anggota pasukan Tentara Arab Suriah (SAA) terluka akibat “pengeboman Israel yang menyasar pangkalan pasukan pertahanan udara di daerah Mezzeh.”
Mengutip keterangan sumber militer, kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan; “Sekitar pukul 16:50 sore ini, musuh, Zionis, melakukan serangan udara dengan rudal dari arah wilayah pendudukan Golan Suriah ke Bandara Internasional Damaskus dan beberapa titik di daerah sekitar Damaskus.” .
Sumber itu menambahkan, “Pasukan pertahanan udara kami merespon rudal musuh dan menghancurkan sebagian besar rudal tersebut. Agresi ini mengakibatkan bandara tidak dapat digunakan dan sejumlah kerugian material.”
Seluruh penerbangan menuju dan dari Bandara Internasional Damaskus telah dihentikan sejak tanggal 22 Oktober akibat dari serangan Israel yang menyasar landasan pacu utama, sehingga Kementerian Transportasi mengalihkan semua penerbangan ke Bandara Latakia.
Bandara Damaskus kembali beroperasi pada Ahad pagi setelah berhenti selama lebih dari sebulan , akibat serangan Israel , tapi kemudian menjadi target serangan Israel pada Ahad sore.
Sejak awal konflik pada tahun 2011, Israel telah melancarkan ratusan serangan udara di Suriah dengan sasaran tentara Suriah dan kelompok-kelompok proksi Iran, termasuk Hizbullah Lebanon.
Israel jarang mengaku melakukan serangan di Suriah, namun berulang kali memastikan pihaknya akan terus berusaha melakukan apa yang disebutnya upaya Iran memperkuat eksistensi militernya di Suriah. (mm/raialyoum)