Bantah Isu “Kutukan Fir’aun”, Menteri Mesir Nyatakan Fir’aun Meninggalkan Berkah Besar

0
367

Kairo, LiputanIslam.com –  Menteri Pariwisata Mesir Khalid Al-Anani berkomentar mengenai “kutukan para Fir’aun”, yaitu isu yang beredar bahwa serangkaian bencana yang terjadi di Mesir belakangan ini adalah karena kutukan para Fir’aun.

Dikutip RT, Rabu (31/3), Al-Anani kepada surat kabar Mesir Al-Youm Al-Sabea mengaku “percaya kepada berkah para Fir’aun, dan kebaikan yang datang kepada kami dari mereka selama ratusan tahun, dan yang masih akan datang kepada kami di masa mendatang”.

Belakangan ini Mesir dilanda serangkaian peristiwa bencana yang dimulai dengan tersumbatnya Terusan Suez oleh tersangkutnya kapal raksasa Ever Given, dan kemudian disusul oleh tabrakan kereta api di kota Sohag, kebakaran di stasiun kereta api di kota Zagazig, ambruknya  gedung 12 tingkat  Jl. Suez Bridge, dan runtuhnya pilar beton besar dalam pembangunan jembatan di Mariotia.

Sebagian netizen di Mesir lantas beranggapan bahwa semua itu dengan kutukan para Fir’aun sehingga kemudian berkembang luas kontroversi tentang ini.  Mereka juga mengungkit peristiwa kematian sejumlah ilmuwan setelah membongkar makam-makam Fir’aun.

Isu kutukan itu sendiri merebak berkenaan dengan prosesi pemindahan mumi 22 anggota kerajaan Mesir kuno dari Musium Kerajaan di Tahrir Square ke Musium Peradaban Nasional di Fustat.

Al-Anani mengatakan, “Saya tak percaya kepada kutukan para Fir’aun. Saya bekerja sepanjang karir saya di bidang arkeologi, di tengah kuburan dan tabut, dan Fir’aun adalah orang-orang yang telah menjadikan kepala kita terangkat di tengah negara-negara dunia, karena kita terhubung dengan peradaban teragung dalam sejarah.”

Dia menambahkan, “Saya ingin berterima kasih kepada nenek moyang yang telah membantu Mesir sampai sekarang. Merekalah yang menjadi faktor dalam pariwisata Mesir. Ketika Anda mengatakan kepada orang manapun di dunia ‘saya orang Mesir’ maka mereka akan mengatakan ‘apakah kamu pernah melihat Hatshepsut, melihat Piramida?’ Tuhan kita melestarikan berkah para Fir’aun bagi kita dan bagi Mesir.”

Dia lantas berpesan kepada masyarakat bahwa mereka harus bangga karena terhubung dengan peradaban besar dan istimewa dengan segala peninggalannya yang luar biasa dan tersohor di dunia.

Arkeolog Mesir Zahi Hawass menilai pemindahan mumi yang berlangsung selama 40 menit itu merupakan publisitas ter besar bagi Mesir, yang “nenek moyang kita para Far’aun berbangga dengannya”.

Dia membantah isu kutukan yang trending di tengah warganet Mesir tersebut. Dia menyebutnya “khurafat” dan menjelaskan bahwa beberapa ilmuwan yang meninggal di masa lalu setelah membongkar makam-makam peninggalan para Fir’aun adalah karena ruang yang ditempati beberapa mumi mengandung kuman beracun.

Menurutnya, mayat para Fir’aun dimumikan sejak sekira 3 ribu tahun silam, dan kemudian ditangani dengan baik selama pembukaan makam.

Dia mengatakan bahwa seluruh dunia memandang Mesir dengan sangat hormat terkait prosesi tersebut dan menganggap peristiwa bersejarah ini “akan mengguncang seluruh dunia.” (mm/rt/ almasryalyoum)

 

 

DISKUSI: