Sanaa, LiputanIslam.com – Poster raksasa pilot AS Aaron Bushnell, yang meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah membakar dirinya di depan Kedutaan Besar Israel untuk AS di Washington, terpajang di baleho Sanaa, kota Yaman.
Mengomentari foto tersebut, anggota Dewan Politik Tertinggi di Yaman, Muhammad Ali Al-Houthi, mengatakan, “Pesan kesetiaan dari sini. Biarkan orang-orang bebas di dunia merangkul langit Sanaa dengan kebebasan, kesetiaan dan penolakan (terhadap kezaliman), dan tiada kehormataan bagi para penormalisasi (hubungan dengan Israel) dan pengkhianat.”
Sebelum ia membakar diri, pilot AS tersebut berulang kali mengatakan; “Saya tidak akan lagi terlibat dalam genosida di Gaza. Kebebasan untuk Palestina.”
Nama pilot juga tertulis di baleho tersebut disertai keterangan: “Sang syahid dalam penolakan genosida AS… Aaron Bushnell.”
Bushnell membakar dirinya di depan Kedutaan Besar Israel untuk AS pada tanggal 26 Fenruari Februari lalu, sebagai protes terhadap keterlibatan negaranya dalam genosida warga Palestina bersama tentara pendudukan Israel di Jalur Gaza. Peristiwa ini mencerminkan opini publik AS mengenai keterlibatan pemerintahan Biden dalam perang di Gaza.
Dalam pesannya yang dikutip situs The Mirror pada 29 Februari 2024, Bushnell meminta maaf kepada para saudara dan rekannya karena telah meninggal dengan sedemikian tragis.
“Tapi mesin menuntut darah, dan semua ini tidak adil,” ungkap Aaron dalam penjelasan di surat wasiatnya.
“Aku ingin jenazahku dikremasi. Aku tidak ingin abu jenazahku berserakan atau jenazahku dikuburkan, karena tubuhku tidak berasal dari mana pun di dunia ini,” sambungnya, sembari berharap abu jenazahnya ditaburkan di tanah Palestina, jika kelak merdeka dari Israel.
Sementara itu, perang Israel di Jalur Gaza memasuki hari ke-153 setelah tentara pendudukan Israel mengumumkan terbunuhnya seorang sersan dari Brigade Gunung dan melukai 13 tentara, termasuk enam orang dengan kondisi serius, dalam pertempuran di Gaza selatan.
Daerah di bagian utara Gaza menderita kekurangan bahan makanan yang parah, pasar kehabisan stok dan truk bantuan yang menjadi target serangan. Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, mengatakan bahwa negara-negara yang memiliki pengaruh terbesar terhadap Israel harus menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan kontak senjata, mendatangkan bantuan, membuka koridor tambahan untuk mendatangkan bantuan.
Dalam perkembangan politik, Hamas menyatakan pihaknya telah menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina, namun Israel masih menahan hak-hak mereka, terutama untuk mencapai gencatan senjata permanen, pemulangan pengungsi, penarikan pasukan Zionis dari Jalur Gaza, dan penyediaan kebutuhan rakyat Palestina.
Hamas menegaskan pihaknya akan terus melakukan negosiasi melalui para mediator untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi tuntutan dan kepentingan rakyat Palestina. (mm/alalam/aljazeera)