Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengumumkan serangan terhadap sejumlah posisi Israel di perbatasan antara Lebanon dan Palestina pendudukan pada hari Jumat (13/10), sebagai tanggapan atas serangan Israel ke sekitar sejumlah kota di selatan Lebanon.
“Mujahidin kubu resistensi menargetkan posisi-posisi Israel; situs Al-Abad, situs Miskvam, situs Ramia, dan situs Jabal Al-Alam, dengan senjata langsung dan tepat, sehingga menghasilkan serangan yang akurat,” ungkap Hizbullah.
Dua hari sebelumnya, Hizbullah menanggapi sengit serangan Israel, dan menyatakan telah menyerang situs Al-Jardah Israel di seberang wilayah Al-Dhahira.
Pada hari Selasa, Hizbullah menyerang kendaraan pengangkut personil Israel tipe Zelda Israel di lokasi Al-Sadah, sebelah barat kota Salha, dengan dua rudal, dan menyerang pula kendaraan militer Israel lain dengan rudal di pemukiman Avivim di seberang Maroun al-Ras.
Pada hari Kamis Hizbullah melesatkan drone dari wilayah Lebanon ke wilayah udara Palestina yang diduduki.
Pada hari Rabu, media Israel melaporkan adanya gangguan di wilayah utara yang menyebabkan kepanikan di seluruh Israel, setelah dilaporkan adanya intrusi paralayang yang membawa pejuang dan drone dari Lebanon ke wilayah utara Palestina pendudukan, tapi kemudian Israel membantah kabar masuknya drone-drone dari Lebanon.
Israel khawatir Hizbullah ikut terlibat dalam pertempuran Badai Al-Aqsa dari front utara untuk mendukung faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza, yang akan meningkatkan tekanan pada tentara Israel.
Saluran 13 Israel melaporkan bahwa Hizbullah tidak hanya menghalangi Israel di utara, melainkan juga menghalangi mereka untuk bertindak tegas di Gaza.
Media Israel mengkonfirmasi bahwa perbatasan Palestina pendudukan dengan Lebanon tidak seperti perbatasan di selatan (Jalur Gaza), dan situasinya lebih buruk jika terjadi konfrontasi,sehingga Israel tidak menginginkan pertempuran di utara.
Pada hari Jumat, Lebanon diwarnai unjuk rasa akbar anti-Israel, dan dalam unjuk rasa ini Wasekjen Hizbullah Syaikh Naim Qassem dalam orasinya menegaskan kesiapan Hizbullah berperang secara terbuka terhadap Israel.
“ Hizbullah sepenuhnya mengerti kewajibannya, kami hadir dan siap dengan sepenuh kesiapan, kami mengikuti (perkembangan situasi) saat demi saat,” ujarnya,
Dia juga mengatakan, “Tak akan pernah ada pengaruhnya kontak-kontak komunikasi di balik panggung yang dilakukan terhadap kami oleh negara-negara besar serta oleh negara-negara Arab dan utusan PBB, baik langsung maupun tidak langsung.”
https://www.youtube.com/watch?v=aAYRfbY2ogo&t=45s
Syeikh Naim Qasem menjelaskan, “Mereka meminta kami untuk tidak campur tangan dalam konfrontasi. Dan ketika kami menyoal mereka; ‘Mengapa kalian tak menghentikan perang?!’ Mereka mengatakan; Jangan campur tangan dalam pertempuran.’(Kami katakan): ‘Perhatikanlah faktor penyebabnya, bukan memperhatikan akibat yang mungkin terjadi.’”
Wasekjen Hizbullah kemudian menegaskan, “Kami, Hizbullah, turut andil dalam konfrontasi, dan akan andil di dalamnya sesuai perspektif dan perencanaan kami. Kami memonitoring langkah-langkah musuh. Kami memiliki kesiapan sepenuhnya. Dan kapanpun tiba saatnya untuk melakukan aksi apapun kami akan melakukannya.” (mm/almayadeen/sahara)
Baca juga: