Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, memastikan AS menderita kerugian besar selama perang 12 hari dengan Iran pada bulan Juni 2025, meskipun AS telah mengerahkan peralatan militer tercanggihnya, termasuk kapal selam, jet tempur, dan sistem pertahanan mutakhir.
“Tak syak lagi, dalam perang 12 hari, bangsa Iran telah mengalahkan AS dan Rezim Zionis Israel. Mereka datang dan berbuat jahat, tetapi kalah, kembali dengan tangan kosong, gagal mencapai tujuan mereka. Ini merupakan kekalahan yang nyata bagi mereka,” ujarnya dalam pidato pada Kamis malam (27/11).
Dia mengatakan bahwa menurut beberapa sumber, Israel telah merencanakan dan mempersiapkan perang selama 20 tahun. “Mereka telah merencanakan perang dengan harapan dapat memprovokasi rakyat dan memaksa mereka melawan pemerintah. Namun, situasinya terbalik, dan mereka gagal total sehingga bahkan mereka yang tidak setuju dengan pemerintahpun pun malah mendukungnya, menciptakan persatuan umum di negara ini,” terangnya.
Mengenai AS, dia mengatakan, “AS sangat terpukul dalam perang ini, karena meskipun menggunakan senjata ofensif dan defensif terbaru, mereka gagal mencapai tujuannya untuk menipu rakyat (Iran) dan mendapatkan dukungan mereka. Sebaliknya, persatuan rakyat meningkat, dan AS gagal,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Tentu saja, kami juga menderita kerugian, dan, sebagaimana lazimnya perang, nyawa-nyawa berharga melayang. Namun Republik Islam Iran menunjukkan bahwa negara ini merupakan pusat tekad dan kekuatan, mampu berdiri kokoh dan mengambil keputusan tanpa takut akan keributan di sekitarnya. Lebih dari itu, kerusakan material yang ditimbulkan pada musuh yang menyerang jauh lebih besar daripada kerugian material yang kami derita.”
Menyinggung kebejatan Israel di Jalur Gaza, Ayatullah Khamenei menyebutnya sebagai salah satu bencana paling krusial dalam sejarah kawasan Timur Tengah.
“AS mendukung rezim perampas (Israel) dan menjadi sangat dipermalukan dan didiskreditkan, karena rakyat dunia tahu bahwa rezim Zionis tidak mampu menimbulkan kehancuran sebesar ini tanpa AS,” katanya.
Dia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai orang yang paling dibenci di dunia saat ini dan rezim Zionis sebagai entitas dan penguasa yang paling dibenci
“Karena AS berdiri di samping mereka, kebencian terhadap Zionis juga telah menyebar ke AS,” sambungnya.
Ayatullah Khamenei juga menyebut intervensi AS di berbagai belahan dunia sebagai faktor lain yang menambah ketersudutannya. Dia mengingatkan bahwa campur tangan AS di manapun, termasuk Ukraina, menyebabkan perang, kehancuran, dan pengungsian.
Dia juga menepis rumor bahwa pemerintah Iran telah mengirim pesan kepada AS melalui negara lain. “Ini kebohongan belaka, dan hal demikian jelas tidak pernah ada,” tegasnya. (mm/presstv)