Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa pawai akbar rakyat di seantero Iran pada peringatan HUT ke-46 kemenangan revolusi Islam yang berlangsung pada 10 Februari lalu membuktikan kegagalan ancaman musuh Iran. Dia juga memastikan tak ada perlu dikuatirkan terkait dengan kemampuan Iran melawan intimidasi militer musuh.
Dalam kata sambutannya saat ditemui oleh ribuan masyarakat provinsi Azerbaijan Timur di Teheran, Senin (17/2) pada peringatan kebangkitan penduduk Tabriz pada 18 Februari 1978, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Ancaman sistematis dan (berbasis perangkat) lunak ialah tindakan mempermainkan opini publik, penyebaran pertikaian, penciptaan keraguan di mahkamah revolusi Islam, dan pembangkitan keraguan mengenai keteguhan di depan musuh.”
Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Presiden Masoud Pezeshkian itu, Ayatullah menambahkan, “Mereka melakukan hal ini, namun – berkat pertolongan Allah- mereka tak berhasil sampai sekarang, dan tipu daya mereka tak dapat mengguncang hati bangsa kita dan menghentikan para para pemuda kita dari kehendak dan pergerakan.”
Dia juga menyerukan keterlibatan berbagai pihak dalam perlawanan terhadap propaganda Barat anti Iran.
“Pesan saya ialah jangan sampai membiarkan tipu daya musuh – yang masih berkelanjutan- berpengaruh, di masa mendatangpun,” katanya.
Dia melanjutkan, “Para pengelola media, para pencerah, para penulis, para seniman, para cendikiawan, para pegiat di institusi-institusi resmi pendidikan, media dan seni sama-sama mengemban tanggungjawab. Segenap kaum muda kita, yang terhubung dengan media sosial, sepak terjang mereka hendaklah menyorot dan memerhatikan poin apa yang diandalkan dan diusung oleh musuh; dari jalur apa musuh hendak menyuntikkan pengaruhnya pada pada pikiran masyarakat dan opini publik. Mereka hendaklah membendung jalur itu, bangkit menghadang musuh, membuat konten, dan memroduksi pemikiran. Dengan kegiatan ini, para intelektual dapat melakukan pertahanan yang bahkan lebih penting daripada pertahanan berbasis perangkat keras.”
Ayatullah Khamenei juga mengatakan, “Revolusi Islam dapat menjaga dirinya sebagai suatu identitas independen dan pangkalan yang besar dan memberikan harapan bagi bangsa-bangsa kawasan sekitar (Timur Tengah) dan bahkan di luar kawasan sekitar. Amarah kaum arogan dan imperialis dunia serta elemen-elemen kotor – yang sedang melakukan kejahatan dengan kedok label-label baik- terhadap Republik Islam (Iran) adalah karena negara ini mampu bertahan, berdiri dan menunjukkan kepalan tinju kuatnya terhadap mereka.”
Dia lantas memastikan kesiapan dan ketangguhan Iran dari segi “perangkat keras” (senjata militer) di depan ancaman musuh.
“Saudara dan saudari sekalian, berkat jerih payah kaum muda kita, para ilmuwan kita, para teknisi handal kita, saat ini dari segi pertahanan berbasis perangkat keras, dan dari segi ancaman berbasis perangkat keras musuh, tak ada yang perlu kita kuatirkan. Alhamdulillah, saat ini kita sendiri mengetahui, para sahabat kita mengetahui, dan musuh-musuh kita juga mengetahui bahwa Republik Islam Iran dari segi kemampuan melawanan ancaman militer berada pada level yang tinggi. Rakyat merasa aman dari segi ini,” tegasnya. (mm/alalam)