Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa AS hendaklah mengetahui bahwa ancaman tidak menghasilkan apapun bagi mereka ketika ditujukan kepada bangsa.
“Kami tidak akan pernah memulai perang, tapi siapapun yang memulainya terhadap kami maka akan mendapat hantaman telak dari bangsa kami,” tegasnya dalam pidatonya menyambut tahun baru Iran di depan masyarakat yang menemuinya pada hari Jumat (21/3).
Dia menambahkan, “Orang Amerika harus tahu bahwa jika mereka melakukan segala bentuk tindakan keji terhadap rakyat Iran, maka mereka (AS) akan menerima tamparan keras.”
Pemimpin Besar Iran menilai bahwa AS dan pihak lain keliru menuduh pasukan perlawanan di kawasan Timur Tengah bertindak sebagai proksi Iran, karena pada kenyataannya mereka beroperasi secara independen, seperti halnya di Yaman, yang merupakan salah satu negara pertama yang membela Palestina sejak berdirinya entitas Zionis.
Ayatullah Khamenei mengatakan, “Dunia yang semula bersikap kontra terhadap kami ketika terjadi perang akhirnya mengakui bahwa Iran adalah pihak yang benar.”
Dia mengingatkan bahwa bangsa Iran telah membuktikan kekandasan konspirasi musuh terhadap Iran.
Dia menambahkan, “Di jalan menuju kemenangan, kita telah kehilangan para tokoh besar dan berharga, dan ketiadaan mereka memang menyakit kita, tapi mereka gugur di jalan menuju kemenangan suci… Jangan pernah ragu bahwa hasil dari keteguhan ini ialah kemenangan, dengan izin Allah… Tak syak lagi bahwa musuh dan entitas Zionis pada akhirnya akan kalah.”
Menepis stigma AS dan Eropa terhadap gerakan-gerakan perlawanan di Timur Tengah, Ayatullah Khamenei menegaskan, “Iran sama sekali tak memerlukan proksi. Perlawanan telah ada di lapangan sejak awal.”
Dia memastikan Iran teguh pada pendirian melawan segala kejahatan entitas Zionis.
“Telah kami umumkan pendirian kami dengan terus terang bahwa kami mendukung para pejuang perlawanan Palestina dan Lebanon, yang membela tanah air mereka, dan ini merupakan jalan kami untuk selamanya,” ucapnya.
Dia menambahkan, “Berbagai bangsa sekarang menentang kejahatan entitas Zionis, dan melawannya dengan segala cara yang memungkinkan, masing-masing sesuai kemampuannya, sebagaimana Republik Islam (Iran) teguh melawan arogansi.”
Mengenai perlawanan bangsa Yaman, dia mengatakan, “Orang-orang Yaman menentang segala bentuk kezaliman entitas Zionis terhadap bangsa Palestina. Bangsa Yaman memiliki motivasinya sendiri. Kesalahan fatal musuh ialah mengira orang Yaman bergerak sebagai proksi Iran. Sama sekali tidak demikian.” (mm/alalam)