Teheran, LiputanIslam.com – Situs media kantor Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, pada hari Kamis (16/1) menerbitkan sebuah postingan di platform X , yang menyatakan bahwa sejarah tidak akan melupakan pihak yang membunuh ribuan anak-anak dan kaum wanita di Gaza.
“Akan tertulis di buku-buku (sejarah) bahwa pada suatu masa ada sekelompok orang membunuh ribuan anak-anak dan wanita di Gaza, dan semua orang akan mengerti bahwa kesabaran rakyat dan keteguhan perlawanan Palestina serta front perlawanan telah memaksa entitas Zionis mundur.”
Seperti diketahui, gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah dicapai, dan akan mulai berlaku pada hari Minggu, 19 Januari, setelah kesepakatan diumumkan pada hari Rabu untuk mengakhiri serangan Israel selama 15 bulan di Jalur Gaza.
Kesepakatan itu terdiri atas tiga tahap, yang mencakup gencatan senjata sementara, pembebasan tawanan Israel dan tahanan Palestina, dan pemulangan pengungsi Palestina, meskipun banyak rumah di Gaza telah hancur.
Sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel telah menggugurkan sedikitnya 46.707 warga Palestina dan melukai 110.265 orang – rata-rata 100 warga Palestina gugur setiap hari selama 467 hari terakhir.
Gaza diperkirakan berpenduduk sekitar 2,3 juta orang, setengahnya adalah anak-anak. Terjadi penurunan enam persen dari jumlah penduduk tersebut sejak perang dimulai.
Selama 15 bulan terakhir, serangan Israel telah menggugurkan dua dari setiap 100 orang di Gaza dan melukai lima dari setiap 100 orang. Sekitar 11.160 orang hilang, yang berarti satu dari setiap 200 warga Palestina di Gaza tidak diketahui keberadaannya, dan banyak yang terkubur di bawah lebih dari 42 juta ton puing. Sebanyak 100.000 warga Palestina telah meninggalkan Gaza.
Hamas Berterima Kasih kepada Iran dan Sekutunya
Anggota Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya saat mengumumkan tercapainya gencatan senjata tersebut pada hari Rabu mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung dan membela Gaza, terutama Iran dan para sekutunya, yaitu Hizbullah Lebanon, Ansarullah Yaman, dan kelompok-kelompok pejuang resistensi Islam di Irak.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami, bangsa dan perlawanan kami di masa-masa sulit, khususnya saudara-saudara kami di front-front pendukung; di Lebanon, saudara kami Hizbullah, yang telah mempersembahkan ratusan syuhada dari kalangan pemimpin dan pejuang di jalan menuju Al-Quds, terutama Sekjennya, Sayyid Hassan Nasrallah, dan para rekannya di jajaran pimpinan,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan, “Demikian pula saudara-saudara di Jamaah Islamiyyah serta apa yang telah diberikan oleh bangsa Lebanon berupa perlawanan dan pengorbanan besar serta kesabaran yang besar demi membela dan mendukung bangsa Palestina. Mereka telah menjalani ujian yang baik, dan telah mengubah mengubah kehidupan rezim pendudukan menjadi neraka dan keterluntaan dalam suatu panorama solidaritas dan pembelaan sejati, yang memanifestasikan persaudaraan Islam dan pan-Arabisme.”
Al-Hayya menambahkan, “Kami juga perlu menyebutkan saudara-saudara sejati kami di Yaman, Ansarullah, yang telah melampaui dimensi geografis, dan mengubah perimbangan perang dan kawasan. Mereka telah melesatkan rudal dan drone ke jantung entitas Zionis serta memblokirnya di Laut Merah. Kami juga patut menyebutkan saudara-saudara kami di Republik Islam Iran, yang mendukung perlawanan dan bangsa kami, dan terlibat dalam pertempuran serta mengguncang jantung entitas Zionis dalam operasi militer Janji Nyata I dan II.”
Dia kemudian menyinggung Irak dengan mengatakan, “Juga para pejuang perlawanan Irak, yang telah menerjang semua kendala agar dapat andil membela Palestina dan perlawanannya, sehingga serangan rudal dan pesawat nirawaknya mencapai wilayah kami yang diduduki Israel.” (mm/alalam/aljazeera/sahara)