Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran, Sayyid Ali Khamenei, melalui akunnya di platform X pada hari Senin (21/7) merilis pernyataan tegas terkait agresi terhadap Gaza dengan menyatakan, “Saat ini bukan saat untuk berdiam terkait Gaza.”
Dia menambahkan bahwa “pemerintah-pemerintah Islam bertanggung jawab” dan bahwa “aib akan selalu melekat pada dahi mereka” jika mereka mendukung entitas Zionis “dengan cara apa pun atau dengan dalih apa pun” atau mencegah bantuan kepada Palestina.
Pernyataan Ayatullah Khamenei tersebut mengemuka ketika agresi dan blokade Israel terus berlangsung di Jalur Gaza, dan telah menjatuhkan korban gugur dan luka ratusan ribu orang di tengah ketidak berdayaan internasional dan ketidakpedulian berbagai rezim Arab dan Islam.
Dalam berbagai pidato dan pernyataannya, Ayatullah Khamenei secara konsisten menekankan keharusan mendukung rakyat Palestina dan perlawanan mereka, serta penolakannya terhadap segala bentuk normalisasi atau kerja sama dengan rezim pendudukan Israel.
Dia memastikan bahwa isu Palestina merupakan biang konflik di kawasan Timteng dan menjadi barometer bagi komitmen negara-negara Islam kepada prinsip-prinsip Islam dan kemanusiaan mereka.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sidang umum para gubernur Iran mengatakan bahwa berkat kepemimpinan Ayatullah Khamenei, Iran mampu mengelola perang dan membalas agresi Israel hingga membuat rezim Zionis ini meminta gencatan senjata tanpa syarat.
Dia juga mengatakan, “Dengan mempelajari pelajaran dari perang 12 hari dan menutup kelemahan yang muncul selama perang tersebut, kita akan tampil sebagai Republik Islam yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.” (mm/alalam/almayadeen)