Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS di ibu kota Oman, Muscat, telah “dilaksanakan dengan baik pada langkah-langkah awalnya,” tetapi dia menambahkan bahwa Iran “sangat skeptis” terhadap pihak lain.
“Kami tidak terlalu optimis atau terlalu pesimis tentang pembicaraan ini… Tentu saja, kami sangat tidak percaya terhadap pihak lain (AS),” ungkapnya dalam kata sambutan ketika ditemui oleh para kepala badan-badan eksekutif, yudikatif, dan legislatif, Selasa (15/4).
Dia menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut hanyalah satu di antara sekian banyak urusan yang ditangani oleh Kementerian Luar Negeri.
“Bagaimanapun, ini adalah tindakan dan langkah yang telah diputuskan dan telah dilaksanakan,” ujarnya, sembari mengingatkan bahwa pengembangan berbagai urusan negara tidak boleh dikaitkan dengan perundingan tersebut, dan bahwa negara harus memimpin berbagai urusan secara independen dan mengandalkan sumber daya sendiri.
Dia menambahkan bahwa meskipun Iran sangat skeptis terhadap perundingan tersebut, namun “kita optimis dengan kemampuan kita sendiri.”
Ayatullah Khamenei menyatakan demikian setelah Iran dan AS mengadakan perundingan yang dimediasi oleh menteri luar negeri Oman di ibu kota Oman, Muscat, Sabtu lalu.
Teheran menekankan bahwa perundingan tersebut semata-mata ditujukan untuk mengatasi sanksi ilegal dan sepihak AS terhadap Iran, dan berbagai aspek program energi nuklir Iran. Teheran menepis spekulasi yang mengaitkan perundingan itu dengan isu-isu lain.
AS mencabut beberapa sanksi terhadap Iran sesuai dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), perjanjian nuklir tahun 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia. Namun, AS menerapkan kembali sanksi itu tiga tahun setelah kesepakatan tersebut berakhir, dan bahkan mulai menumpuk tindakan yang lebih koersif terhadap Iran tersebut.
AS menyebut pendekatan yang bermusuhan itu sebagai “tekanan maksimum,” yang juga telah menyebabkan pejabat AS berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran.
Iran menekankan bahwa negosiasi langsung dengan AS tidak berguna dan tak dapat diterima oleh Teheran selagi Washington masih bersikukuh pada kebijakan permusuhannya.
Ayatullah Khamenei menegaskan penolakan terhadap penggantungan pertumbuhan negara dengan masalah perundingan.
“Selama era JCPOA, kita mengaitkan segalanya dengan kemajuan negosiasi,” ungkapnya.
Namun, Ayatullah Khamenei memperingatkan bahwa mengulangi proses tersebut akan menjauhkan investor.
Dia mengatakan, “Ketika seorang investor melihat bahwa negara ini bergantung pada negosiasi, mereka tidak akan berinvestasi.” (mm/presstv)