Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa Gaza saat ini adalah isu nomor satu di dunia, dan Zionis serta pendukungnya di AS dan Eropa tidak dapat menghapus isu Gaza dari opini internasional.
Dalam kata sambutannya saat menerima kunjungan ribuan guru dan tenaga pendidik dari seluruh penjuru negeri pada momen peringatan kesyahidan filsuf dan cendikiawan besar Iran Morteza Motahhari dan Hari Guru di Iran, di Husseiniya Imam Khomeini, Teheran, Rabu (1/5), Ayatullah Khamenei menyinggung gelombang aksi protes yang melanda berbagai universitas di AS dan Eropa .
“Tekanan terhadap entitas Zionis harus meningkat dari hari ke hari,” ujarnya.
“Palestina harus dikembalikan ke pemilik aslinya, dan normalisasi hubungan dengan entitas Zionis tidak akan pernah menyelesaikan masalah Asia Barat (Timur Tengah),” lanjutnya.
Ayatullah Khamenei menekankan bahwa Gaza saat ini telah menjadi isu nomor satu dunia sehingga Zionis dan pendukungnya tidak bisa mengalihkan sorotan khalayak global terhadap isu ini.
Dia menyebutkan bahwa gelombang protes mahasiswa terus bergolak dan bahkan menyebar dari hari ke hari dari berbagai universitas AS ke universitas-universitas di berbagai negara Eropa dan bahkan Australia.
“Kita tidak boleh membiarkan isu ini menyimpang dari agenda opini publik internasional dan masyarakat di dunia. Tekanan terhadap entitas Zionis harus semakin meningkat dari hari ke hari,” tegasnya.
Ayatullah Khamenei mengecam tindakan represif pemerintahan AS dan lembaga-lembaganya dalam menyikapi gelombang protes mahasiswa anti genosida di Gaza. Dia mengingatkan bahwa para mahasiswa AS itu tidak melakukan kerusuhan, melainkan sebatas menyatakan pendapat mereka dengan cara yang damai.
Dia menambahkan bahwa sikap AS tersebut membuktikan keabsahan sikap Iran yang selama ini tidak mempercayai AS, dan bahwa AS adalah mitra dalam kejahatan entitas Zionis entitas terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa pemerintah AS sesekali mengaku bersimpati kepada korban di Gaza, tapi tindakannya sama sekali tidak mencerminkan ketulusan bersimpati.
Dia juga menyebutkan bahwa apa yang dipraktikkan oleh pemerintah AS dan diamati oleh khalayak dunia justru menunjukkan persekongkolan AS dengan entitas Zionis dalam “kejahatan besar ini, yang dianggap sebagai dosa yang tidak dapat diampuni.” (mm/alalam)