Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Khamenei dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan masyarakat Iran dari berbagai lapisan di Teheran pada hari Rabu (11/12) menyatakan bahwa apa yang terjadi di Suriah berupa penggulingan pemerintahan mantan presiden Bashar al-Assad tidaklah lepas dari konspirasi AS dan Israel.
Berikut ini beberapa petikan pernyataannya:
“Tak dapat diragukan bahwa apa yang terjadi di Suriah merupakan hasil skema kolektif AS dan Zionis. Ya, satu negara tetangga Suriah, telah dan masih memainkan peran terbuka dalam masalah ini. Semua orang melihat hal ini. Tapi pelaku utamanya adalah mereka (AS dan Zionis). Pelaku konspirasi utama, perencana utama, dan pusat komondo utama ada di AS dan Rezim Zionis. Kita punya datanya.”
“Inilah front resistensi; semakin ditekan, resistensi justru semakin kuat. Kalian (AS dan Israel) semakin gigih memeranginya, resistensi semakin luas. Saya katakan kepada Anda, hadirin sekalian, bahwa dengan daya dan kekuatan ilahi, resistensi akan menjangkau seluruh kawasan secara lebih luas daripada sebelumnya.”
“Para analis dungu dan tak mengerti makna resistensi mengira bahwa ketika perlawanan (di lapangan) melemah maka Iran juga akan melemah. Saya tegaskan bahwa, dengan daya dan kekuatan ilahi serta izin Allah, Iran nan tangguh ini semakin perkasa dan akan terus bertambah perkasa.”
“Para penyerang yang saya sebutkan itu masing-masing punya tujuannya sendiri. Tujuan mereka berbeda satu sama lain. Ada yang berusaha merebut wilayah dari bagian utara ataupun selatan Suriah. Ada pula AS, yang berusaha memperkuat pijakannya di kawasan. Inilah tujuan mereka. Perguliran waktu akan menunjukkan bahwa, insya Allah, tak satupun di antara mereka dapat mencapai tujuan-tujuan ini.”
“Berbagai kawasan Suriah yang telah dikuasai (oleh kawanan bersenjata) akan bebas di tangan para pemuda terhormat Suriah. Jangan ragu bahwa peristiwa ini akan terjadi. Pijakan AS juga tidak akan kokoh. Dengan taufik serta daya dan kekuatan ilahi, AS pun akan terusir dari kawasan (Timteng) oleh kubu perlawanan.” (mm/alalam)