Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam sebuah majelis Al-Quran al-Karim di Teheran, Ahad (2/3), menyatakan bahwa bangsa Iran dewasa ini menghadapi berbagai tantangan besar dari kekuatan kafir dan munafik.
Dalam forum itu, mengenai keagungan kitab suci Al-Quran, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Jika al-Quran dibaca dan disimak dengan benar maka semua sakit akan sembuh. Al-Quran memberitahu kita tentang penyembuhan. Jika kita menyadari maka Al-Quran memberitahu kita ihwal penyembuhan, menjelaskan kepada kita dan memotivasi kita. Ini merupakan poin penting.”
Dia menambahkan, “Ada banyak orang yang mengetahui jalan, tapi tak memiliki motivasi, perangkat pemikiran dan moral tak dapat memotivasi mereka. Al-Quran memotivasi. Ketika Al-Quran dibaca dengan baik, disimak dengan baik, dan kita menyadarinya maka akan terwujud hasil-hasil besar ini bagi kita.”
Mengenai perjuangan bangsa Iran, Ayatullah Khamenei, “Saat ini di bidang relasi dan komunikasi dengan dunia luar, bangsa Iran menghadapi front luas kekuatan kafir dan munafik. Tapi kita tak bermasalah dengan berbagai bangsa. Mereka adalah saudara, dan jika mereka asing maka tak ada kaitan apapun satu sama lain. Orang-orang yang mencampuri urusan berbagai negara dan bangsa lain itulah kekuatan yang dimaksud.”
Pemimpin Besar Iran menambahkan, “Kita termasuk negara yang menghadapi front luas kekuatan itu. Bagaimana kita harus berinteraksi dengan mereka? Al-Quran mengandung petunjuk perlakuan terhadap mereka; di tahap apa kita harus berbicara dengan mereka, di tahap apa kita harus bekerjasama, di tahap apa yang kita harus mencucuk hidung mereka, dan di tahap apa kita harus menghunuskan pedang terhadap mereka. Semua ini jelas dalam Al-Quran.”
Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, keadilan setelah tauhid dan hubungan dengan Allah merupakan isu terpenting dalam pembangunan masyarakat Islam.
Dia mengingatkan bahwa umat manusia di masa kini menderita berbagai penyakit moral seperti dengki, kikir, prasangka buruk, malas, egoisme, dan pengutamaan kepentingan personal atas kepentingan komunal, dan obat bagi semua penyakit ini adalah Al-Quran al-Karim. (mm/alalam)