Teheran, LiputanIslam.com – Akun Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, di plaform X pada hari Rabu (27/11) memosting pernyataan yang menegaskan bahwa “Badai Al-Aqsa tidak dapat diredakan,” dan bahwa entitas pendudukan Israel akan musnah.
Di hari yang sama, dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Laut (AL) Iran pada momen peringatan Hari AL Nasional, Ayatullah Khamenei menyerukan lebih banyak upaya peningkatan kemampuan tempur dan daya cegah Angkatan Bersenjata Iran serta memandang AL sebagai elemen penting dan menentukan Angkatan Bersenjata dan memuji kemampuan operasional, pencapaian intelijen, dan kegiatan inovasi AL.
“Sangat penting bagi Angkatan Bersenjata, khususnya Angkatan Laut, untuk fokus pada peningkatan kesiapan dan penguatan kemampuan tempur,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Tugas utama Angkatan Bersenjata adalah mencegah serangan. Karena itu, Anda harus bertindak dengan cara yang menunjukkan kekuatan tempur negara kepada musuh, membuat mereka sadar bahwa setiap konfrontasi akan menimbulkan kerugian yang signifikan.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, “masih terpaksa menuntut gencatan senjata setelah menderita kerugian besar di Lebanon selatan,” meskipun Israel mendapat dukungan militer penuh dan perlindungan politik dari Amerika Serikat (AS).
Dalam postingan di X , Araqchi menyebutkan bahwa Hizbullah “sekali lagi menghancurkan mitos Israel tak terkalahkan,” dan menekankan bahwa “sudah tiba saatnya bagi Israel untuk juga menerima kekalahan di Gaza.”
Semua pernyataan tersebut mengemuka setelah perjanjian gencatan senjata di Lebanon mulai berlaku, pada dini hari Rabu, yang dicapai setelah Hizbullah menimbulkan banyak kerugian pada Israel, baik di wilayah pendudukan Palestina maupun dalam pertempuran yang terjadi di perbatasan, dan Israel tak dapat memaksakan persyaratannya pada kelompok pejuang perlawanan Hizbullah.
Di Israel, kritik terus berlanjut mengenai kelanjutan perang di Jalur Gaza, di tengah pengakuan para pejabat dan pengamat atas ketidakmampuan menumpas perlawanan dan gerakan Hamas.
Setelah tercapai gencatan senjata di Lebanon, surat kabar Israel Haaretz menegaskan bahwa perjanjian ini “harus mengekang perang di Gaza,” karena perlawanan terus melanjutkan operasinya melawan pasukan pendudukan di berbagai wilayah di Jalur Gaza, karena kelanjutannya “berarti penelantaran secara nyata para tawanan Israel.” (mm/raialyoum/alalam/presstv)