Ayatullah Khamenei , Ayatullah Al-Sistani dan Presiden Iran Kutuk Serangan Teror di Afghanistan

0
239

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mendesak Taliban yang berkuasa di Afghanistan agar memburu dan menghukum orang-orang yang bertanggungjawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah masjid yang menggugurkan dan melukai ratusan jemaah Muslim Syiah di provinsi Kunduz, Afghanistan utara.

Bersamaan dengan ini, Ulama Besar Syiah di Irak, Ayatullah Sayid Ali Al-Sistani, dan Sayid Presiden Iran Ebrahim Raisi juga merilis pesan terkait dengan tragedi tersebut.

“Peristiwa pahit dan tragis ledakan yang menyasar sebuah masjid di kawasan Khan Abad, provinsi Kunduz, dan menyebabkan tumpahnya banyak darah mukminin jemaah shalat telah menyakitkan kami,” ungkap Ayatullah Khamenei dalam sebuah pesan tertulisnya, Sabtu (9/10).

Dia menambahkan, “Kami sangat berharap kepada para pejabat negara tetangga dan saudara Afghanistan  agar menghukum para pelaku kejahatan besar yang haus darah itu, dan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan demi mencegah terulangnya tragedi seperti ini.”

Di bagian akhir pesannya, Sayid Ali Khamenei memanjatkan doa agar para syuhada yang gugur dalam peristiwa itu ditinggikan derajatnya dan supaya para korban luka dapat bersabar dan tabah serta segera mendapat kesembuhan.

Seperti pernah diberitakan, sedikitnya 46 orang terbunuh dan puluhan lainnya terluka akibat ledakan bom bunuh diri yang menyasar sebuah masjid di Afghanistan utara yang sedang dipenuhi oleh jemaah Muslim Syiah yang sedang menunaikan shalat Jumat. Beberapa sumber bahkan menyebutkan korban tewas mencapai sekitar 100 orang.

Kelompok teroris ISIS melalui kantor beritanya, Aamaq, mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, sementara Taliban berjanji akan memburu dan menghukum pihak yang bertanggungjawab.

Kecaman dan Imbauan Ayatullah al-Sistani

Ulama Besar Syiah Irak, Ayatullah Sayid Al-Sistani, juga menyampaikan pesan khusus berisi kutukan atas serangan biadab tersebut sembari menyatakan prihatin atas sikap negara-negara Islam dan masyarakat internasional yang, menurutnya, menelantarkan bangsa Afghanistan.

“Sayang sekali dan aneh, kami melihat negara-negara Islam dan masyarakat internasional menelantarkan bangsa Afghanistan yang terkucil. Mereka hendaknya tidak membiarkan kaum mukminin Afghanistan yang tak terdosa mendapat serangan lagi dari kelompok-kelompok radikal ekstremis,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada bangsa Afghanistan agar mempererat persatuan nasional dan mencari salusi untuk melindungi warga sipil dari kejahatan kelompok-kelompok teroris serta menempuh tindakan yang memadai demi mencegah terulangnya tragedi demikian.

Presiden Iran Sebut AS Ada di Balik Serangan

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan bahwa serangan teror di sebuah masjid di Kunduz, Afghanistan utara, sebagai “kejahatan yang bertujuan memecah belah Muslimin” dan bagian dari konspirasi baru AS.

Dalam sebuah pesannya terkait tragedi Jumat berdarah itu, Presiden Raisi, menyatakan, “Kami menyatakan belasungkawa kepada bangsa Afghanistan dan komunitas kemanusiaan secara keseluruhan atas gugur dan terlukanya sejumlah besar warga sipil yang tak berdosa saat mereka sedang menjalankan ibadah di salah tempat yang suci.”

Dia juga menyatakan bahwa berlanjutnya gerakan teroris dan upaya adu domba terhadap umat Islam merupakan bagian dari konspirasi keamanan baru AS di Afghanistan.

“Sudah bukan rahasia bagi siapapun bahwa pertumbuhan dan penguatan kelompok-kelompok teroris takfiri terjadi melalui dukungan dan perencanaan AS, yang dalam beberapa tahun terakhir sengaja memudahkan keadaan bagi organisasi teroris untuk memperluas pergerakannya di Afghanistan, dan sengaja menghalangi upaya-upaya yang bertujuan mencabut akar-akarnya,” ungkap Sayid Raisi. (mm/alalam/irna)

 

DISKUSI: