Ayatullah Ali Khamenei Pastikan lagi Iran Tak akan Patuhi Perjanjian Nuklir Sebelum AS Mencabut Sanksi

0
327

Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei kembali menegaskan bahwa Iran tidak percaya kepada janji AS untuk pencabutan sanksi terhadap Iran, dan karena itu Teheran tidak akan kembali mematuhi perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) kecuali setelah AS mencabut semua sanksi itu.

“Kami percaya AS di masa Obama dan memenuhi janjinya, tapi mereka tidak memenuhi (janji mereka). AS mengatakan di atas kertas bahwa sanksi akan dicabut tapi kenyataannya mereka tidak mencabunya,” ujarnya dalam kata sambutan tahun baru Iran yang ditayangkan di televisi Iran, Ahad (21/3).

Ayatullah Khamenei menambahkan, “AS harus mencabut semua sanksi dan kami akan melihat kepastiannya. Jika sanksi dicabut maka akan kembali memenuhi komitmen kami tanpa ada masalah… Kesabaran kami panjang, dan kami tak terburu dalam urusan kami.”

Presiden AS Joe Biden mengaku mencari-cari jalan untuk kembali kepada JCPOA yang diteken Iran bersama beberapa negara terkemuka dunia, termasuk AS di era Barack Obama, pada tahun 2015, dan yang kemudian diabaikan oleh penerus Obama, Donald Trump, pada tahun 2018, sehingga Trump lantas menerapkan kembali sanksi AS terhadap Iran.

Di masa Biden sekarang AS dan negara-negara Eropa terjebak kesulitan mengenai pihak mana dulu yang harus kembali kepada JCPOA sehingga meluruhkan kemungkinan mengenai pencabutan sanski AS.

Mengenai Arab Saudi, Ayatullah Khamenei menyebut negara kerajaan ini terjerumus ke dalam kubangan perang Yaman tanpa dapat menghentikan ataupun melanjutkannya.

“Agresi terhadap Yaman diluncurkan pada era kaum Demokrat di Washington, dan merekalah yang mulai menyokong Saudi dengan senjata,” ungkapnya.

Ayatullah Khamenei menyalahkan dukungan AS kepada Saudi dalam perang Yaman serta dukungannya kepada Israel dalam memperlakukan Palestina.

Saudi yang notabene sekutu terbesar AS di Timteng memimpin koalisi yang melancarkan invasi militer ke Yaman untuk mendukung pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi memerangi gerakan Ansarullah yang  telah menggerakkan revolusi rakyat dan menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak tahun 2014. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Tidak Menerima Pesan dari AS, Langsung atau Tidak Langsung

Iran Sebut Deklarasi Sidang GCC Dipengaruhi Pandangan Destruktif Saudi

DISKUSI: