Sanaa, LiputanIslam.com – Media Militer Yaman menyiarkan untuk pertama kalinya rekaman video awak kapal ETERNITY C, yang menjadi sasaran pada awal Juli di Laut Merah saat berlayar menuju pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat) di wilayah Palestina selatan pendudukan,
Rekaman yang disiarkan pada hari Senin (28/7) tersebut memperlihatkan pengakuan awak kapal, kesaksian mengenai bagaimana kapal tersebut menjadi sasaran, dan pengakuan mereka atas pelanggaran larangan militer Yaman untuk pelayaran ke pelabuhan di Palestina pendudukan.
Mereka mengonfirmasi bahwa “pelabuhan Eilat adalah tujuan kapal dari pelabuhan Berbera di Somalia, dan bahwa pelabuhan Jeddah di Arab Saudi adalah tujuannya untuk tujuan kamuflase dan pasokan.”
Media Militer Yaman juga menyiarkan rekaman yang menunjukkan sebagian operasi pencarian dan penyelamatan awak kapal oleh Angkatan Laut Yaman. Operasi yang berlangsung selama dua hari tersebut berhasil menyelamatkan 11 awak kapal di laut, termasuk dua orang yang terluka dan mendapatkan perawatan medis. Satu jenazah, yang ditemukan di atas kapal sebelum tenggelam, telah dipindahkan ke kamar mayat rumah sakit.
مشاهد للحظة إنقاذ طاقم السفينة "ETERNITY C"، وشهادات أفراد الطاقم تؤكّد أن وجهتها كانت ميناء "أم الرشراش" في فلسطين المحتلة#اليمن pic.twitter.com/NZqRKKxo94
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) July 28, 2025
Awak kapal meminta maaf kepada bangsa Palestina dengan mengatakan, “Kami menyesal kapal kami menuju Israel.” Mereka juga mengirimkan pesan kepada perusahaan-perusahaan yang berlayar ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan, mendesak mereka untuk tidak berdagang atau bertransaksi dengan Zionis, dan memperingatkan “bahaya mengalami nasib yang sama.”
Awak kapal mengimbau semua kapal dan perusahaan untuk “tidak mematikan perangkat identifikasi mereka di area ini,” dan menjelaskan bahwa “kapten kapal tidak memberi tahu awak kapal tentang permintaan untuk tidak lewat dan peringatan untuk tidak lewat dari angkatan laut Yaman.”
Rekaman tersebut menunjukkan kepuasan awak kapal atas kondisi keberadaan mereka di Yaman di mana mereka dapat berkomunikasi dengan keluarga mereka, dan mendapat layanan kesehatan, yang semuanya menunjukkan perawatan baik yang mereka terima.
Kapal ETERNITY C menjadi sasaran setelah kapten mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Yaman. Kapal tersebut telah diperingatkan beberapa kali melalui saluran internasional (16) untuk segera berhenti. Kapal itu dioperasikan oleh COSMO SHIPMANAGEMENT SA, yang memiliki beberapa kapal yang beroperasi di pelabuhan-pelabuhan Israel. (mm/alalam)