London, LiputanIslam.com – Jurnalis senior Arab keturunan Palestina di London, Inggris, Abdel Bari Atwan, dalam narasi videonya pada hari Selasa (24/12) menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel kalang kabut dan geram diserang Yaman dengan rudal hipersonik yang tak tertangkis oleh semua sistem payung rudal Israel. Karena itu, menurut Atwan, Israel bisa jadi bukan hanya akan menyerang Yaman lagi, melainkan juga akan menggempur Iran dengan dibantu AS.
Berikut ini petikan pernyataan Atwan:
Ujung tombak perlawanan terhadap Israel dan proyek AS sekarang beralih dari Beirut ke Sanaa (ibu kota Yaman). Rudal hipersonik Yaman yang diberkahi ini benar-benar mengguncang negara pendudukan (Israel). Rudal hipersonik ini menghantam pusat kota Tel Aviv, menjatuhkan lebih dari 35 korban luka, yang saya yakin jumlah yang sebenarnya lebih besar, dan menimbulkan kebakaran besar di ibu kota Israel. Ini merupakan perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi rudal ini tidak sendirian, melainkan dibarengi aktivitas militer Yaman yang sangat kuat di Laut Merah, Laut Arab, Selat Bab al-Mandeb dan Samudera Hindia.
Rudal Palestina 2 dan drone Yaman telah mencapai targetnya. Semua sistem pertahanan udara Israel, yang sejatinya milik AS, berupa Iron Dome, Arrow, David’s Sling, dan belakangan ini Thaad, yang dikerahkan AS di Israel, gagal total mengintersepsi rudal Yaman. Israel sendiri mengakui kegagalannya dan menyatakan bahwa rudal Yaman telah mencapai targetnya.
Saudara kita di Yaman juga telah merontokkan jet tempur F-18. Ini sungguh merupakan suatu keajaiban. Ini berarti bahwa ada senjata baru yang masuk ke Yaman, senjata yang sangat canggih. Ini baru pertama kalinya Yaman dapat merontokkan jet tempur F-18, yang merupakan salah satu jet tempur terkuat dan paling aman di depan rudal. Jet tempur Israel setiap hari menyerang Lebanon dan Suriah, tapi sulit dijatuhkan.
Rudal hipersonik Yaman dapat menempuh jarak lebih dari 2000 km dan menghantam targetnya secara presisi. Ini merupakan satu perkembangan pada rudal hipersonik ini, karena berkenaan bukan hanya dengan kemampuannya menempuh jarak 2000 km dalam tempo 14 menit, melainkan juga menyangkut deteksi target.
Hal ini menunjukkan adanya perangkat detektor yang sangat mutakhir dan memungkinkannya mendeteksi target pangkalan militer yang dihantamnya dengan presisi yang luar biasa. Rudal ini juga memiliki beberapa hulu ledak yang mampu bermanuver dan berkelit dari rudal-rudal Israel dan AS. Ini merupakan perkembangan baru.
Israel sekarang tak tahan dengan rudal ini, sementara Ansarullah dan tentara Yaman pun tak takut Israel. AS, Inggris dan Israel sudah membombardir Yaman, tapi beberapa jam kemudian Yaman malah segera membalas dengan serangan rudal hipersonik, lalu menghantam kapal induk USS Harry S. Truman. Akibatnya, sebagaimana USS Abraham Lincoln dan USS Eisenhower, USS Harry S. Truman pun kabur ke wilayah utara Laut Merah, mungkin ke Mesir.
Israel tak sanggup menanggung realitas ini. Ini merupakan kekalahan strategis di depan Yaman, baik bagi Israel maupun bagi pangkalan-pangkalan militer serta kapal-kapal induk AS. Ini merupakan satu pesan yang sangat kuat.
Dalam video tersebut, Abdel Bari Atwan lantas berspekulasi bahwa karena Israel sudah tak tahan lagi menyaksikan menghebatnya militer Yaman, yang dianggapnya sebagai “tentakel Iran”, maka Israel berpotensi menyerang Iran dalam waktu dekat, dan AS pun akan membantu serangan ini dengan dalih mencegah Iran membuat bom nuklir, sebagaimana diisyaratkan oleh pejabat AS belakangan ini.
Atwan lantas dengan berapi-api menegaskan bahwa Iran harus secepatnya membuat bom nuklir dan menyudahi “kesabaran strategis”-nya. (mm/sahara)