Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah pada hari Minggu (27/4) mengumumkan bahwa AS telah menyerang sebuah kawasan di Sanaa, ibu kota Yaman.
Saluran Al-Masirah milik Ansarullah dalam sebuah pernyataan singkat di saluran Telegramnya menyatakan; “Agresi Amerika menyasar wilayah Thaqban di Distrik Bani Al Harith.”
Al-Masirah tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai dampak serangan tersebut, dan juga tidak ada komentar dari AS.
Sebelumnya di hari yang sama, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi mengumumkan bahwa pangkalan udara Nevatim Israel telah menjadi sasaran rudal balistik hipersonik Yaman. Dia juga memastikan operasi tersebut “berhasil mencapai tujuannya.”
Serangan itu merupakan yang kedua kalinya terhadap pangkalan udara Israel tersebut dalam 24 jam terakhir.
Angkatan Bersenjata Yaman pada hari Sabtu mengaku telah menyerang Nevatim dengan rudal balistik hipersonik Palestina 2, dan juga memastikan rudal ini “berhasil mencapai targetnya.”
Di pihak lain, militer Israel mengaku telah mencegat sebuah drone yang terbang dari timur menuju wilayah Israel, namun sirene tidak diaktifkan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.
Militer Israel tidak menyebutkan secara rinci sumber peluncuran drone tersebut, namun surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkannya berasal dari Yaman.
Pasukan Yaman berulang kali mengumumkan pihaknya telah meluncurkan rudal balistik terhadap lokasi dan pangkalan militer di dalam Israel “untuk mendukung rakyat Palestina dan Jalur Gaza.”
Dengan dukungan AS, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, hingga menjatuhkan korban gugur dan luka sekitar 170.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya anak-anak dan wanita, dan menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang. (mm/raialyoum)