Gaza, LiputanIslam.com – Bloomberg melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan pembangunan pangkalan sementara yang mampu menampung sekitar 10.000 personel di dekat Jalur Gaza.
Hal ini merupakan bagian dari upayanya untuk membentuk pasukan stabilisasi yang terdiri dari pasukan dari berbagai negara lain guna memantau gencatan senjata, tanpa melibatkan pasukan AS dalam operasi tersebut.
Menurut dokumen yang ditinjau oleh Bloomberg, Angkatan Laut AS sedang menaksir biaya dari daftar perusahaan yang telah dipra-kualifikasi untuk membangun pangkalan operasi militer sementara yang mandiri dan mampu menampung 10.000 personel serta menyediakan ruang kantor seluas 9.000 meter persegi selama 12 bulan.
Permintaan informasi tersebut mengidentifikasi kemungkinan lokasi pangkalan tersebut berada di dekat “dekat Gaza, Israel,” dan dikirim pada 31 Oktober, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, dan meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka sedang membahas pertimbangan pribadi. Tanggapan atas permintaan tersebut diharapkan paling lambat 3 November.
Sementara itu, Tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza mengumumkan temuan 51 jenazah dari halaman Klinik Sheikh Radwan di Kota Gaza bagian barat pada hari Rabu (12/11).
Tim itu menambahkan pihaknya terus melanjutkan pencarian untuk menemukan jenazah-jenazah yang tersisa, yang dikubur secara tergesa-gesa selama serangan Israel yang berlangsung berbulan-bulan di Jalur Gaza.
Selain itu, tiga jenazah warga Palestina yang baru ditemukan, beserta empat orang yang terluka, telah tiba di rumah sakit di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, menurut pengumuman sebelumnya dari Kementerian Kesehatan Gaza.
Jumlah korban gugur akibat genosida yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 bertambah menjadi 69.185 jiwa, dan jumlah korban luka menjadi 170.698 jiwa. Sejak gencatan senjata pada 11 Oktober, jumlah korban gugur tercatat 245 jiwa, korban luka 627 jiwa, dan jumlah korban yang ditemukan 532 jiwa.
Di bagian lain, tentara Israel melakukan operasi pembongkaran besar-besaran terhadap beberapa bangunan tempat tinggal di Rafah dan lainnya di lingkungan Shuja’iyya di timur Kota Gaza.
Di Tepi Barat, dua pemuda Palestina terluka akibat tembakan dalam serangan Israel di kota Qabatiya, selatan Jenin. Seorang pria Palestina juga terluka dalam serangan oleh para pemukim di desa Arab al-Rashayda, selatan Betlehem. (mm/almayadeen/aljazeera)