Washington, LiputanIslam.com – Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby bahwa AS bersiap menghadapi serangan besar yang berpotensi dilakukan Iran dan atau sekutunya di Timur Tengah pada minggu ini.
Kirby menyebutkan AS telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, dan berbagi keprihatinan dengan Israel mengenai kemungkinan serangan Iran setelah Iran dan Hamas menuduh Israel membunuh Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran.
“Kami mempunyai kekhawatiran dan harapan yang sama dengan rekan-rekan Israel kami mengenai kemungkinan waktu yang tepat untuk melakukan hal ini . Bisa jadi minggu ini… Kita harus bersiap menghadapi berbagai macam serangan yang bisa terjadi,” kata Kirby kepada wartawan, Senin (12/8).
“Kami jelas tidak ingin melihat Israel terpaksa mempertahankan diri dari serangan lain, seperti yang terjadi pada bulan April. Tapi jika mereka terkena hal itu, kami akan terus membantu mereka membela diri,” sambungnya.
Sehari sebelumnya, Kemhan AS mengataka bahwa Menhan Lloyd Austin telah memerintahkan pengerahan kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah dan percepatan penempatan kelompok Kapal Induk USS Abraham Lincoln di sana.
Namun seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok kapal induk USS Lincoln saat ini berada di dekat Laut Cina Selatan dan kemungkinan akan memakan waktu lebih dari seminggu untuk mencapai Timur Tengah.
Harga minyak melonjak lebih dari tiga persen pada hari Senin, naik untuk sesi kelima berturut-turut di tengah ekspektasi meluasnya cakupan konflik di Timur Tengah, yang dapat menyebabkan kontraksi pasokan minyak mentah global.
Ancaman serangan Iran muncul ketika pasukan Israel melanjutkan operasi mereka di dekat kota Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada hari Senin, di tengah upaya internasional untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan pertempuran di Gaza dan mencegah terjadinya konflik regional yang lebih luas dengan Iran dan para sekutunya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan telefon Perdana Menteri Pemerintah Vatikan Kardinal Pietro Parolin, Senin, menyatakan Iran pada prinsipnya menghindari perang dan mendorong perdamaian dan keamanan internasional, namun berhak menanggapi agresi pihak lain.
Dia juga menyebutkan bahwa pembantaian Israel terhadap kaum perempuan dan anak-anak Palestina, serta serangannya yang menggugurkan seorang tamu Iran Ismail Haniyeh bertentangan dengan semua dasar kemanusiaan dan hukum. (mm/raialyoum/alalam)