Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah Yaman mengumumkan satu orang gugur dan satu lainnya cedera akibat serangan udara AS di beberapa daerah di sejumlah provinsi Yaman, Jumat (25/4).
Saluran Al Masirah milik Ansarullah dalam sebuah pernyataan singkat di saluran Telegramnya menyatakan: “Satu orang gugur dan satu lainnya terluka akibat pemboman oleh angkatan udara musuh, AS, terhadap rumah seorang warga di daerah nomaden Badui di sebelah timur Distrik Sahar, Kegubernuran Saada (utara).”
Dalam pernyataan lain Al Masirah menyebutkan; “Agresi Amerika menyasar daerah Takhiya di distrik Majz, provinsi Saada, dengan empat serangan.”
Dalam pernyataan ketiga, saluran itu menyatakan; “Agresi Amerika menargetkan Distrik Bani Matar di Provinsi Sana’a (tengah).”
Dalam pernyataan keempat, Al Masirah melaporkan; “Agresi Amerika menyasar distrik Nihm di Provinsi Sana’a dengan lima serangan.”
Kemudian, Al Masirah dalam sebuah pernyataan melaporkan;“Agresi Amerika menargetkan distrik Madghal di Provinsi Ma’rib (timur) dengan 7 serangan.”
Dalam pernyataan lain, mengatakan menambahkan; “Agresi Amerika menargetkan wilayah Ras Issa di distrik Al-Salif, Provinsi Al-Hodeidah (barat) dengan 4 serangan.”
Saluran itu juga mengabarkan;”Serangan agresi Amerika menargetkan distrik Al-Tawila di Kegubernuran Al-Mahwit (utara).”
Sebelumnya pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri pemerintah Yaman kubu Ansarullah mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa AS “telah melancarkan lebih dari 1.200 serangan udara dan pemboman laut sejak pertengahan Maret, mengakibatkan ratusan warga sipil gugur dan terluka serta menyebabkan kehancuran sejumlah objek sipil, termasuk lingkungan pemukiman, pelabuhan, fasilitas kesehatan, tangki air, dan situs arkeologi, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.”
Pada tanggal 15 Maret, AS melanjutkan serangannya terhadap Yaman setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer negaranya untuk melancarkan “serangan besar” terhadap Yaman, sebelum mengancam akan menumpas habis pasukan Yaman kubu Ansarullah.
Namun pasukan Yaman itu mengabaikan ancaman Trump dan melanjutkan pengeboman lokasi-lokasi di dalam Israel dan kapal-kapal di Laut Merah yang menuju ke negara itu, sebagai tanggapan atas dimulainya kembali perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak 18 Maret.
Unjuk Rasa Akbar
Jutaan rakyat Yaman di seluruh negeri pada hari Jumat kembali menggelar unjuk rasa, dan menegaskan kembali solidaritas mereka dengan Palestina sembari mengutuk serangan AS terhadap Yaman.
Jutaan massa di Ibu Kota Sanaa memenuhi alun-alun utama meski serangan udara AS terus berlanjut terhadap Yaman.
Massa membawa bendera Yaman dan Palestina serta memekikkan slogan-slogan yang mengutuk genosida Israel di Gaza.
Rakyat Yaman menegaskan bahwa mereka akan tetap teguh mendukung Palestina meskipun agresi AS terus berlanjut terhadap Yaman.
Dengan dukungan penuh AS, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menyebabkan lebih dari 168.000 warga Palestina gugur dan terluka, dan sebagian besar korban itu adalah anak-anak dan wanita. Selain itu, lebih dari 11.000 orang hilang. (mm/almasirah/presstv)