Beirut, LiputanIslam.com – AS telah menghapus penguasa Suriah Ahmed al-Sharaa alias Abu Muhammad al-Julani dari daftar sanksi “teroris” menjelang pertemuan antara dia dan Presiden AS Donald Trump minggu depan.
Departemen Keuangan AS pada hari Jumat (7/11) menghapus al-Sharaa, mantan pentolan kelompok teroris yang terkait dengan al-Qaeda, dari daftar Teroris Global yang Ditunjuk Khusus. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada yang sama turut menghapus al-Sharaa dari daftar sanksi yang sebagian besar bersifat simbolis.
Penghapusan resmi al-Sharaa dari daftar itu disebut-sebut sebagai langkah terbaru yang bertujuan menghilangkan potensi hambatan bagi Suriah dalam mencapai integrasi ekonomi dan politik setelah bertahun-tahun dilanda perang yang menghancurkan dan berujung penggulingan presiden yang sah, Bashar al-Assad dari kekuasaan pada bulan Desember 2024.
Washington dan PBB juga mencoret Anas Hasan Khattab, mantan pejuang yang terkait dengan al-Qaeda tetapi kini menjabat sebagai menteri dalam negeri Suriah, dari daftar tersebut.
“Dengan pengesahan teks ini, dewan mengirimkan sinyal politik kuat yang mengakui bahwa Suriah berada di era baru sejak Assad dan rekan-rekannya digulingkan pada Desember 2024,” ujar Mike Waltz, duta besar AS untuk PBB, dalam pernyataannya setelah pemungutan suara DK PBB pada hari Kamis.
Presiden AS diperkirakan akan menjamu al-Sharaa di Gedung Putih pada 10 November. Trump bertemu al-Sharaa untuk pertama kalinya pada bulan Mei dalam sebuah pertemuan puncak di Arab Saudi. Di situ dia mengumumkan pencabutan beberapa sanksi AS terhadap Suriah yang diberlakukan selama pemerintahan Assad, sehingga menurut beberapa analis, menyulitkan negara tersebut untuk membangun kembali perekonomiannya.
Kongres AS menyatakan pihaknya sedang berupaya mencabut sanksi tambahan terhadap Suriah yang masih berlaku, sementara Komite Hubungan Luar Negeri Senat menyambut baik pencabutan sanksi PBB tersebut dan menyatakan sudah waktunya untuk “membawa perekonomian Suriah ke abad ke-21”. (mm/presstv)