Sanaa, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan tak kurang dari 24 warga sipil gugur dan puluhan lainnya terluka akibat serangan udara pasukan AS di ibu kota Sanaa dan kota-kota lainnya pada Sabtu malam (15/3). Serangan ini juga menyebabkan banyak kerugian materi.
Serangan AS juga terjadi pada terjadi dini hari Ahad (16/3) dengan menyasar kawasan Atal di ibu kota, Sanaa, sehingga menimbulkan kepanikan warga, terutama anak-anak. Ledakan dari serangan ini memecahkan kaca dan jendela, dan membuat warga berhamburan ke jalan dan lingkungan sekitar.
Reporter al-Alam di sana melaporkan bahwa serangan itu menimbulkan suara gemuruh yang “mengerikan”.
“Rudal-rudal yang dilesatkan, sebelum meledak, mengeluarkan suara aneh dan terdengar tidak biasa. Serangan ini tampak sengaja dirancang untuk menimbulkan kepanikan dan huru hara seluas mungkin di tengah masyarakat,” terangnya.
Serangan ini dilakukan karena Yaman merupakan salah satu pendukung utama cita-cita dan perjuangan bangsa Yaman, serta berani mengambil tindakan tegas dalam membela rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Karena itu, serangan tersebut ditujukan untuk menekan bangsa Yaman. Namun, menurut reporter al-Alam, serangan itu justru menambah tekad bangsa Yaman untuk bersikukuh pada pendiriannya.
Serangan udara itu tercatat sebagai reaksi terkeras AS belakangan ini terkait dengan perkembangan situasi regional, dan menandai eskalasi di Semananjung Arab. (mm/alalam)