Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah pada Jumat malam (23/2) mengumumkan bahwa AS dan Inggris telah melancarkan dua serangan di Provinsi Hudaydah, Yaman barat, dalam gelombang serangan kedua, sehingga jumlah total serangan pada hari hari itu menjadi lima.
Tanpa merinci dampak serangan itu, saluran TV Al-Masirah yang berafiliasi dengan Ansarullah melaporkan bahwa agresi AS-Inggris menggempur daerah Al-Kuwaizi, di Distrik Al-Durayhimi, provinsi Hodeidah, dengan dua serangan.
Sebelumnya di hari yang sama, Ansarullah mengumumkan bahwa AS dan Inggris telah melancarkan tiga serangan ke wilayah Ras Issa, di Distrik Al-Salif, provinsi Hudaydah.
Belum ada komentar langsung dari Washington atau London mengenai lima serangan tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pihaknya telah menembak jatuh tiga drone Ansarullah yang hendak menyerang kapal komersial di Laut Merah.
Dalam beberapa hari ini AS dan Inggris mengintensifkan serangan harian mereka di Hudaydah, sebagai tanggapan atas serangan militer Yaman terhadap kapal-kapal Israel dan kapal-kapal negara-negara pendukungnya di Laut Merah.
Hudaydah dianggap sebagai salah satu provinsi terpenting di Yaman, karena memiliki tiga pelabuhan penting dan kamp militer, selain memiliki jalur pantai yang panjang di Laut Merah.
Pada tanggal 16 Februari, AS menetapkan Ansarullah sebagai “organisasi teroris internasional” lantaran serangan mereka di Laut Merah.
Sementara itu, jutaan rakyat Yaman kembali berunjuk rasa di seluruh negeri untuk menunjukkan dukungan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang menjadi korban perang genosida Israel.
Demonstrasi diadakan di berbagai provinsi di seluruh negeri pada hari Jumat. Para demonstran di Sanaa, ibu kota Yaman, dalam statemennya, selain mengutuk kejahatan Zionis, juga mencela kebungkaman khalayak internasional dan mengecam apa yang mereka sebut lemahnya sikap Arab terhadap kekejaman Israel.
Mereka memuji operasi yang dilakukan militer Yaman terhadap kapal-kapal Israel dan sekutunya yang menuju pelabuhan di wilayah pendudukan Palestina, sebagai cara untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim Israel dan para pendukungnya.
Rakyat Yaman bersumpah bahwa operasi serangan di Laut Merah dan sekitarnya akan terus berlanjut “sampai agresi berhenti dan pengepungan terhadap Gaza dicabut.”
Rakyat Yaman telah mengadakan demonstrasi serupa setiap hari Jumat sejak 7 Oktober 2023, ketika rezim Zionis memulai perang sebagai tanggapan terhadap Operasi Badai Al-Aqsa, sebuah serangan fajar yang dilakukan oleh Hamas dan faksi-faksi pejuang Gaza lainnya di wilayah pendudukan 1948. (mm/almasirah/raialyoum/presstv)