Baghdad, LiputanIslam.com –  Dewan Keamanan Nasional Irak, Kamis (04/10/2019), mengadakan rapat darurat untuk membahas gelombang unjuk rasa rusuh yang terjadi di Irak pada Selasa dan Rabu lalu.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi memastikan adanya kelompok-kelompok perusuh yang menyusup dalam unjuk rasa dengan membawa slogan-slogan yang mengancam ketertiban umum hingga menyebabkan jatuhnya korban dari pihak pengunjuk rasa maupun aparat keamanan.

Beberapa narasumber di Irak menyatakan bahwa massa perusuh digerakkan oleh situs-situs media sosial yang didanai oleh AS yang sedang kecewa terhadap kunjungan Abdul-Mahdi ke Cina dan penekenan sejumlah perjanjian senilai miliaran dolar untuk pemulihan kondisi ekonomi Irak.

Baca: Jam Malam Diterapkan, Suasana Irak Berangsur Kondusif

Adil Abdul Mahdi yang memimpin rapat tersebut menyatakan bahwa pemerintah sudah memulai penyelidikan secara profesional untuk memastikan motif di balik insiden kerusuhan. Dia mengisyaratkan adanya kelompok-kelompok sabotase yang mengangkat slogan-slogan yang mengancam ketertiban umum dan perdamaian sipil hingga terjadi kerusuhan berdarah.

Gelombang demonstrasi melanda sejumlah kota Irak, terutama di wilayah selatan negara ini, namun tidak ada pihak yang mengaku bertanggungjawab sebagai penggeraknya.

Baca: PM Irak Terapkan Jam Malam Menyusul Aksi Demo Rusuh

Menteri Pertahanan Irak Najah al-Shammari menginstuksikan status siaga, penutupan semua gerbang kawasan Khadra di pusat kota Baghdad, penyebaran pasukan reaksi cepat di jalan-jalan kota, terutama di Jalan Abu Nawas di dekat alun-alun al-Tahrir.

Berbagai keterangan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa dalam unjuk rasa itu juga diangkat isu-isu yang menjurus pada ado domba antara Irak dan Iran, terutama  menjelang peringatan akbar Arba’in Husaini, yaitu peringatan 40 hari kesyahidan cucunda Nabi saw, Imam Husain ra. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*