Doha, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan peringatan keras ihwal konsekuensi serangan yang berpotensi dilakukan Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap situs nuklir Iran.
“Asumsi saya ialah bahwa dalam masalah ini (kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Republik Islam), kita akan memasuki perang yang meluas di kawasan itu, sebuah bencana yang tidak diinginkan oleh siapa pun, baik di kawasan maupun di luar kawasan,” tutur Araghchi kepada jaringan televisi Al Jazeera dalam kunjungan singkatnya ke Qatar Jumat (31/1).
“Saya ragu bahwa Amerika akan membuat kesalahan perhitungan yang begitu besar. Tidak seperti sebelumnya, jika fasilitas nuklir Iran diserang, reaksi Iran akan segera dan tegas,” sambungnya.
Iran sejauh ini telah dua kali membalas agresi Israel terhadap wilayah Iran. Balasan itu dilancarkan dengan melesatkan dengan ratusan rudal balistik dan jelajah dalam serangan bersandi Operasi True Promise I dan II terhadap target-target vital dan strategis Israel di wilayah pendudukan Palestina.
Namun, Iran membutuhkan waktu sebelum melakukan pembalasan, tampaknya dengan mempertimbangkan berbagai kondisi domestik dan regional.
“Amerika dan Israel tahu target apa yang dapat kami tuju,” kata Araghchi mengenai berbagai aspek respon Iran terhadap potensi agresi terhadap fasilitas nuklirnya.
Dia juga menegaskan kembali bahwa “Iran pasti akan mampu menanggapi” agresi demikian, dan sangat menyarankan AS agar tidak membuat “salah satu kesalahan historis terbesar” dengan berkontribusi pada serangan demikian.
Menteri Luar Negeri Iran enggan berspekulasi apakah agresi demikian dapat menyebabkan banyak kerusakan pada situs nuklir Iran.
Dia hanya menyebutkan bahwa kekuatan dan kemampuan nuklir Iran terletak “dalam pikiran dan pemikiran para ilmuwan Iran.”
“Kemampuan dan program ini tidak akan dihancurkan oleh pemboman atau serangan udara,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, fasilitas nuklir Iran tidak terletak di satu atau dua lokasi, melainkan tersebar di banyak lokasi dan dijaga oleh pertahanan udara yang sangat baik dan kuat.
“Fasilitas-fasilitas ini berada di tempat-tempat yang sangat sulit, bahkan mustahil, untuk diakses bahkan dengan serangan udara,” terangnya.
Kemudian, dia juga menyebutkan kepastian akan adanya reaksi “segera dan tegas” Iran terhadap serangan. (mm/presstv/aljazeera)