AlQuds, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan dunia hanya menyaksikan sebagian kecil kekuatan Iran selama perang 12 hari dengan Israel pada bulan Juni 2025, dan menekankan bahwa negara republik Islam ini sekarang lebih siap menghadapi potensi konflik baru.
Araghchi menyatakan demikian dalam wawancara eksklusif dengan saluran berita Al Jazeera di mana dia menjawab pertanyaan tentang berbagai isu, termasuk program nuklir Iran, dan Perang 12 Hari melawan Israel dan AS.
Dikutip IRNA, Senin (3/11), dia mengatakan, “Saya rasa seluruh dunia menyaksikan sebagian kekuatan kami selama perang 12 hari. Meskipun ada serangan mendadak yang dilancarkan Israel terhadap kami pada hari pertama, kami mampu merespon dengan segera. Pada hari-hari awal, Trump mencuit bahwa kami harus menyerah tanpa syarat, tetapi pada hari ke-12, merekalah yang mengusulkan gencatan senjata tanpa syarat.”
Dia menambahkan, “Ini menunjukkan bahwa Iran jauh lebih kuat dari yang mereka bayangkan. Khususnya, persatuan nasional dan dukungan teguh rakyat terhadap pemerintah merupakan kejutan besar bagi dunia. Kami belajar banyak pelajaran dari perang itu di bidang politik, militer, dan ekonomi, dan saya dapat mengatakan bahwa jika perang lain terjadi, kami akan lebih siap.”
Araghchi memperingatkan Israel bahwa rezim Zionis ini akan gagal lagi jika melancarkan perang baru terhadap Iran, sebab Iran telah mengidentifikasi titik lemah Israel selama konfrontasi 12 hari.
“Pengalaman yang gagal hanya akan mengarah pada kegagalan berikutnya. Rezim Israel tidak mencapai satu pun tujuannya dalam perang 12 hari, dan jika mencoba mengulangi pengalaman gagal itu, mereka akan menghadapi hasil yang sama, terutama karena kami bahkan lebih siap. Kami telah mengidentifikasi secara menyeluruh kelemahan kami sendiri maupun kelemahan musuh selama perang 12 hari, dan kami sekarang dapat bertindak dengan kekuatan yang jauh lebih besar,” terangnya.
Araghchi menambahkan bahwa konflik tersebut membuktikan bahwa sistem pertahanan udara Israel dapat ditembus, dan bahwa Iran juga telah menguji rudalnya dalam pertempuran nyata dan kini mengerti cara meluncurkannya dengan akurasi dan kekuatan yang lebih besar. (mm/irna)