Kairo, LiputanIslam.com – Draf deklarasi pertemuan puncak darurat Arab yang diadakan di Kairo pada hari Selasa (3/3) mengadopsi rencana Mesir untuk rekonstruksi Jalur Gaza, dan menyambut baik penyelenggaraan konferensi internasional untuk rekonstruksi itu selama bulan Maret.
Saluran al-Qahera News melaporkan, “Draf pernyataan akhir dari pertemuan puncak darurat Arab memutuskan untuk mengadopsi rencana Mesir untuk rekonstruksi Gaza, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan dukungan cepat bagi rencana Mesir tersebut.”
Draf pernyataan akhir pertemuan puncak itu menyambut baik penyelenggaraan konferensi internasional oleh Kairo untuk rekonstruksi Gaza Maret ini.
Sore nanti, pertemuan puncak darurat Arab mengenai Palestina akan diadakan di Kairo, ibu kota Mesir, untuk membahas rencana pemulihan dan rekonstruksi awal Gaza serta perkembangan terbaru di wilayah tersebut.
Mesir telah mengembangkan rencana Arab yang komprehensif untuk membangun kembali Gaza tanpa mengusir warga Palestina darinya, karena pengusiran akan menghancurkan perjuangan Palestina. Mesir bermaksud menyampaikannya pada pertemuan puncak hari Selasa.
Disebutkan bahwa pelaksanaan rekonstruksi memerlukan pengaturan pemerintahan transisi dan penyediaan keamanan dengan cara yang menjaga prospek solusi dua negara, dan bahwa solusi dua negara adalah solusi terbaik dari sudut pandang masyarakat dan hukum internasional.
Rencana Mesir menekankan,”Jalur Gaza merupakan bagian integral dari wilayah Palestina”, dan “upaya untuk menghilangkan harapan rakyat Palestina untuk mendirikan negara atau perampasan tanah mereka hanya akan menyebabkan lebih banyak konflik dan instabilitas.”
Rencana itu menekankan “pentingnya mempertahankan gencatan senjata di Jalur Gaza.”
Rencana itu juga mencakup pembentukan sebuah komite untuk mengelola Gaza, yang akan mengelola urusan Jalur Gaza untuk masa transisi selama enam bulan, dengan syarat komite tersebut independen dan terdiri dari tokoh-tokoh “teknokrat” non-faksi yang bekerja di bawah naungan pemerintah Palestina.
Rencana itu menekankan bahwa Komite Administrasi Gaza sedang dibentuk di tahap sekarang sebagai persiapan untuk memungkinkannya kembali sepenuhnya ke Jalur Gaza dan mengelola tahap berikutnya dengan keputusan Palestina.
Rencana itu menyebutkan, “Mesir dan Yordania tengah berupaya melatih personel polisi Palestina sebagai persiapan untuk penempatan mereka di Jalur Gaza.” (mm/raialyoum)