TelAviv, LiputanIslam.com – Tiga sumber pejabat yang berkompeten di Israel mengatakan kepada AFP bahwa Israel telah meningkatkan tingkat kewaspadaannya ke level tertinggi sebagai antisipasi intervensi AS di Iran.
Sebuah sumber itu juga mengatakan kepada Reuters bahwa Israel berada dalam keadaan siaga tinggi karena alasan yang sama.
Sumber-sumber tersebut, yang hadir dalam konsultasi keamanan Israel pada akhir pekan, tidak menjelaskan apa arti peningkatan tingkat kewaspadaan Israel dalam praktiknya, menurut Reuters.
Sebuah sumber Israel yang mengetahui informasi tersebut juga mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas kemungkinan intervensi AS di Iran dalam percakapan telepon belakangan ini.
Seorang pejabat AS mengkonfirmasi bahwa Rubio dan Netanyahu berbicara tetapi tidak mengungkapkan topik yang dibahas.
Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran. Ancaman terbaru dinyatakan pada hari Sabtu (10/1) ketika dia mengatakan bahwa “Amerika Serikat siap membantu” para pendemo rusuh di Iran.
The New York Times, mengutip pernyataan para pejabat bahwa “presiden AS telah diberi pengarahan tentang kemungkinan opsi untuk menyerang Iran dan sedang mempertimbangkan dengan serius untuk menyetujui serangan tersebut.”
Menanggapi ancaman itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa “pangkalan AS di kawasan sekitar dan wilayah pendudukan akan berada dalam jangkauan tembakan Iran jika terjadi agresi terhadap negara kami.”
Dalam sidang parlemen Iran untuk membahas perkembangan terkini di jalanan Iran, Ghalibaf menegaskan, “Musuh mengeksploitasi tuntutan rakyat Iran dan sekarang melancarkan perang teroris ala ISIS terhadap kita dari dalam karena kekalahannya dalam agresi militer beberapa waktu lalu.” (mm/almayadeen)