Ansarullah Yaman Ungkap Rincian Baru Serangannya ke UEA, AP Perlihatkan Citra Satelit

0
307

Sanaa, LiputanIslam.com –   Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menjelaskan rincian baru ihwal operasi militer “Badai Yaman” yang menyasar Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin lalu (17/1), sementara Associated Press (AP) merilis citra satelit ihwal dampak serangan itu, dan Israel menyatakan kesiapannya membela UEA.

Jubir militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, Selasa (18/1), mengatakan, “Rudal-rudal yang telah digunakan dalam operasi Badai Yaman adalah rudal jelajah tipe Quds 2 yang menyasar kilang minyak di Musaffah, dan Bandara Abu Dhabi dengan empat rudal, sementara rudal balistik Dzulfiqar menyasar Bandara Abu Dhabi. Sedangkan pesawat nirawak telah menyasar beberapa target vital dan penting, selain juga ada sasaran-sasaran sebelumnya dengan pesawat nirawak Samad 3.”

Sementara itu, kantor berita Associated Press (AP) di hari yang sama merilis beberapa citra satelit yang disebutnya “memperlihatkan dampak serangan terhadap instalasi minyak di Abu Dhabi di mana Houhi mengaku bertanggungjawab atasnya.”

Dalam menganalisa beberapa gambar yang diambil oleh perusahaan Planet Labs itu AP menyebutkan, “Tampak asap membumbung di atas tanki bahan bakar milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) pada Senin kemarin, dan gambar lain memperlihatkan tanda-tanda kebakaran dan busa putih yang digunakan untuk memadamkan kebakaran di tank tersebut.”

AP menambahkan bahwa ADNOC tidak segera menanggapi pertanyaan AP tentang kondisi lokasi itu dan perkiraan kerusakan yang disebabkan oleh serangan itu. ADNOC hanya menyebutkanbahwa “serangan itu terjadi sekitar 10 pada Senin pagi.”

Kantor berita UEA, Selasa, melaporkan bahwa negara ini mendesak Dewan Keamanan PBB agar menggelar rapat untuk “mengutuk secara tegas dan serempak serangan Houthi”.

Seperti pernah diberitakan, Ansarullah di Yaman telah melancarkan serangan ke UEA pada Senin lalu sembari menyebutnya sebagai operasi bersandi Badai Yaman dengan menggunakan rudal dan drone yang menyebabkan terjadinya sejumlah ledakan di tanki bahan bakar, tewasnya tiga orang dan kebakaran di dekat Bandara Abu Dhabi.

Seakan mengomentari eskalasi militer Yaman-UEA, Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan bahwa serangan militer tak akan dapat menyudahi krisis.

“Iran selalu menekankan bahwa solusi bagi setiap krisis di kawasan bukanlah pengandalan perang dan kekerasan. Tak ada jalan untuk harapan akan tertanamnya perdamaian dan stabilitas kecuali dalam suasana tenang,” katanya.

Di pihak lain, negara musuh Iran, Israel, mengaku siap memberikan dukungan intelijen dan keamanan kepada UEA yang telah menjalin perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel. Kesiapan ini dinyatakan langsung oleh Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, menurut laporan saluran TV i24 milik Israel.

Ditujukan kepada Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammad bin Zayed al-Nahyan, Bennett mengatakan, “Mewakili pemerintah dan negara Israel, saya menyatakan belasungkawa atas jatuhnya korban serangan teror di Abu Dhabi, yang telah menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya.”

Dia menambahkan, “Israel berkomitmen untuk bekerjasama dengan Anda dalam perang secara kontinyu melawan para ekstremis di Timur Tengah, dan kami akan terus bersama Anda untuk bekerjasama melawan musuh-musuh bersama kita.”

Dia lantas mengatakan, “Kami siap memberikan bantuan intelijen dan keamanan kepada Anda demi melindungi warga UEA dari serangan serupa.” (mm/alalam/raialyoum/mna)

DISKUSI: