Ansarullah Tegaskan Siap Usir Pasukan Asing Yang Duduki Pulau-Pulau Yaman

0
362

Sanaa, LiputanIslam.com –   Pemerintah Yaman kubu Ansarullah (Houthi) yang berkedudukan di ibu kota, Sanaa, menegaskan bahwa bangsa negara ini akan menggunakan opsi yang tepat untuk pembebasan beberapa pulau negara ini dari pendudukan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat (AS).

“Proyek pembangunan oleh para pelaku okupasi di provinsi Al-Mahra serta Pulau Socrota dan Pulau Mayyun (Perim) melanggar undang-undang internasional, dan membuat bangsa merdeka Yaman tergerak untuk bereaksi terhadapnya,” tegas Ansarullah dalam sebuah statemennya, Ahad (30/5).

Ansarullah memperingatkan bahwa perilaku pasukan pendudukan tiga negara itu secara langsung mengusik keamanan nasional Yaman dan kawasan sekitar.

“Kesabaran bangsa Yaman tak akan bertahan lama di depan pelanggaran yang menjijikkan dari para agresor di pulau-pulau Yaman, dan bangsa ini akan menggunakan opsi yang tepat,” lanjutnya.

Di bagian akhir statemen itu Ansarullah memperingatkan, “Perusahaan manapun yang meneken perjanjian dengan para antek koalisi agresi akan dikenai tindakan hukum.”

Dua hari sebelumnya, Menlu Yaman kubu Sanaa, Hisham Sharaf, menegaskan bahwa tindakan UEA di Socrota dan Mayyun melanggar hukum internasional.

“Tindakan ilegal Emirat di tanah dan pulau-pulau Yaman ini tak boleh didiamkan,” tegasnya.

Kepada UEA dia memperingatkan, “Jika kalian tidak keluar dari tanah dan kepulauan kami maka kobaran api akan menjalar ke kalian secepatnya.”

UEA belakangan ini membangun landasan  pacu pesawat udara dan mendirikan bangunan-bangunan militer di Pulau Mayyun yang terletak di Selat Bab Al-Mandeb, dan pada pertengahan Februari lalu juga telah memindahkan pangkalan militernya dari Eritrea ke pulau tersebut.

Pada tahun 2015 UEA membangun pangkalan di Eritrea, termasuk pelabuhan dan bandara, yang antara lain digunakan untuk mengerahkan senjata berat dan pasukan Sudan dalam invasi militer pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi terhadap Yaman.

Pihak Sanaa menyatakan bahwa tindakan UEA itu dilakukan dalam rangka membuka jalan bagi kehadiran pasukan Zionis Israel di Pulau Socotra. (mm/fna)

DISKUSI: