Ansarullah Minta Prancis Berhenti Jual Senjata Ke Arab Saudi
“Kebersikerasan Presiden Prancis (Emmanuel Macron) menjual senjata ke Arab Saudi dengan dalih bahwa semua itu tidak akan digunakan terhadap warga sipil (Yaman) adalah kemunafikan yang jelas untuk berkelit dari kejahatan,” ungkap saluran TV al-Masirah, mengutip pernyataan juru bicara dan ketua delegasi perunding Ansarullah Mohammed Abdul Salam di halaman Twitter resminya, Jumat (10/5/2019).
Abdul Salam mendesak Prancis dan negara-negara lain berhenti menjual senjata ke Arab Saudi dan UEA, yang telah terlibat dalam agresi militer kejam terhadap Yaman selama lebih dari empat tahun.
“Tindakan ini merupakan upaya Prancis menghindari tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Yaman,” tudingnya.
Sementara itu, kapal kargo Saudi “Bahri Yanbu” yang diduga akan memuat pasokan senjata kontroversial Prancis dari pelabuhan Le Havre di wilayah Normandia, Prancis, belum sempat merapat di sana dan menyingkir tanpa memuat senjata itu.
Menurut data pelacakan kapal dan komentar dari pejabat Prancis setempat kepada Reuters, Bahri Yanbu kini berlayar menuju Santander di Spanyol.
Kamis lalu dua kelompok peduli HAM Perancis berusaha untuk memblokir pemuatan senjata ke kapal Saudi.
Hal ini terjadi beberapa pekan setelah situs investigasi Disclose menerbitkan bocoran dokumen yang menunjukkan bahwa Arab Saudi menggunakan senjata Prancis, termasuk tank dan sistem rudal yang dipandu laser, terhadap warga sipil dalam perang Yaman.
Macron lantas mengakui bahwa senjata itu memang digunakan dalam perang di Yaman, tapi dia berdalih bahwa senjata itu digunakan hanya di perbatasan Arab Saudi. (mm/presstv)