
Teheran, LiputanIslam.com – Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, menegaskan bahwa pembalasan Iran atas darah syahid Haniyeh pasti akan terjadi dan tak terelakkan.
“Republik Islam Iran tidak akan jatuh ke dalam perangkap permainan musuh dan provokasi media,” ujar Bagheri dalam pidatonya pada upacara penghormatan dan pelantikan Menteri Pertahanan yang baru Iran, Senin (26/8).
Menyinggung situasi Timur Tengah pasca Operasi Badai Al-Aqsa, Bagheri mengatakan: “Selama 11 bulan terakhir, banyak peristiwa terjadi di wilayah Asia Barat (Timur Tengah), termasuk Operasi Badai Al-Aqsa, serangan terhadap Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus, dan Operasi Janji Sejati, pembunuhan syahid Ismail Haniyeh, dan operasi pembalasan babak pertama Hizbullah atas pembunuhan Fouad Shukr.”
Mengenai Amerika Serikat (AS), Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran mengatakan: “AS terlibat di Eropa Timur dan mengikuti perkembangan di Asia Timur, namun tidak memiliki strategi khusus, dan pada saat yang sama, dengan mengirimkan senjata dan peralatan serta tidak mengambil tindakan yang efektif untuk gencatan senjata di Gaza, AS mendukung rezim Zionis.”
Mengenai pembunuhan Syahid Haniyeh, Bagheri mengatakan: “Peristiwa ini tidak akan terlupakan, dan pembalasan Poros Resistensi dan Iran atas darahnya adalah perkara yang pasti dan tak terelakkan,”
Dia juga menegaskan, “Iran sendiri yang memutuskan bagaimana dan kapan harus membalas dendam, dan tidak akan jatuh ke dalam perangkap sensasionalisme media yang diluncurkan oleh musuh. Poros Resistensi akan membalas darah Syahid Haniyeh, masing-masing dengan program dan kemampuannya, dan apa yang kita lihat kemarin (serangan hebat Hizbullah terhadap Israel) adalah bagian dari pembalasan.” (mm/alalam)