Teheran, LiputanIslam.com – Anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Abol Fazl Zahrevand, menyatakan bahwa meskipun negaranya tidak membuat bom nuklir namun mempunya senjata lain yang dampaknya boleh dikata setara dengan senjata nuklir.
Tentang ini, Zahrevand mula-mula memastikan negaranya kini menjadi lebih terpandang dan disegani di dunia karena terbukti tangguh.
“Mereka (musuh-musuh Iran) menyerang dan menekan Iran. Iran tidak hanya membela Hamas dan kubu perlawanan. Lihatlah, dalam kondisi demikian, Iran malah meluncurkan satelit ke ruang angkasa,” katanya dalam sebuah wawancara pada hari Ahad 3 Agustus 2025.
Dia menambahkan, “Lihatlah dari luar negeri, sebab dari dalam kita tidak akan sadar. Ketika Anda mengatakan bahwa suatu negara dapat mengorbitkan satelit maka persepsi yang didapat ialah bahwa negara itu kuat. Atau ketika mengatakan bahwa rudal Khorramshahr 5 dapat kita lesatkan sejauh 12,000 km, dan dengan kecepatan beberapa mach dapat menghantam target secara presisi, dengan hulu ledak 2 ton,tahukah Anda ini berarti apa?”
Zahrevand menjelaskan, “Ini berarti bahwa apa yang dapat dilakukan oleh 2-3 bom nuklir, misalnya, juga dapat dilakukan oleh 10 rudal Khorramshahr. Ini berarti daya deterensi. Yakni, jika Anda ingin menyerang AS atau Kanada maka Anda dapat melakukannya.”
Dia menambahkan, “Ketika seseorang di luar negeri melihat hal ini, bagaimana persepsinya tentang Iran? Jelas akan melihat bahwa kita kuat, meskipun dalam satu tahun terakhir ini semua orang berusaha mengesankan Iran sudah lemah; negara yang lemah, babak belur dan sial. Tapi ternyata terjadi paradoks.”
Beberapa waktu lalu Iran dikabarkan mengumumkan keberadaan rudal balistik antarbenua buatannya, Khorramshahr-5, dalam sebuah upacara sehingga kembali menarik perhatian para analis politik dan militer.
Disebutkan bahwa rudal tersebut tidak hanya memiliki jangkauan yang memukau, yaitu hingga 12.000 km, melainkan juga diklaim mampu membawa hulu ledak seberat 2.000 kg.
Jika kabar itu terkonfirmasi maka Khorramshahr-5 akan menempatkan Iran dalam sejumlah kecil negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Prancis, India, dan Korea Utara, yang memiliki kemampuan membuat dan meluncurkan rudal balistik antarbenua, dan ini tak pelak merupakan sebuah tonggak strategis bagi teknologi pertahanan Iran.
Jauh mengungguli versi sebelumnya (Khoramshahr 4), Khorramshahr-5 juga disebutkan mampu membawa hulu ledak berat hingga 2 ton, menggunakan sistem panduan canggih untuk meningkatkan akurasi, dan memiliki kemampuan untuk menerobos sistem pertahanan antirudal serta mengatasi serangan siber. (mm/ronegar/technoc)