Beirut, LiputanIslam.com – Pada hari ke-410 agresi, Israel terus melanjutkan serangan dan pembantaian di Gaza dan Lebanon, menyebabkan peningkatan jumlah syuhada di Jalur Gaza menjadi 43.922 orang, dan jumlah korban luka menjadi 103.898 orang.
Di pihak lain, Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas , mengumumkan pihaknya telah menembak 5 tentara rezim pendudukan di pusat Beit Lahia, sedangkan Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam, mengumumkan bahwa mereka telah mengebom pasukan pendudukan di Beit Lahia dan menghancurkan kendaraan pendudukan dengan bahan peledak tinggi.
Di front Lebanon, Hizbullah mengumumkan pengeboman terhadap pangkalan militer dan konsentrasi tentara pendudukan, dan seorang wanita Israel terluka oleh pecahan peluru rudal di Nahariya di Galilea Atas.
Perkembangan terbaru tercatat sebagai berikut;
- Israel kembali menyerang pusat kota Beirut, menggugurkan sedikitnya lima orang dan melukai 24 orang dalam serangan udara saat Hizbullah mempertimbangkan gencatan senjata yang didukung AS di Lebanon.
- Serangan Israel menewaskan 76 warga Palestina dan melukai 158 orang di Gaza saat sebuah kelompok bantuan memperingatkan “skenario terburuk mungkin sudah berlangsung” dengan kelaparan yang meningkat pesat.
- Israel terus menggempur Lebanon selatan, menewaskan delapan paramedis lagi.
- Genosida Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 43.922 warga Palestina dan melukai 103.898 orang sejak 7 Oktober 2023. Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas hari itu, dan lebih dari 200 orang ditawan.
- Di Lebanon, setidaknya 3.516 orang tewas dan 14.929 terluka dalam serangan Israel sejak perang di Gaza dimulai.
(mm/aljazeera)