Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Angkatan Laut (AL) Iran Laksamana Muda Shahram Irani mengatakan kapal militer Sabalan telah menjadi kapal perusak pertama Iran yang dilengkapi belasan rudal jelajah anti kapal.
Kepada kantor berita Tasnim, Senin (2/10), Irani menyatakan bahwa hal itu memecahkan rekor jumlah rudal yang dipasang di kapal Iran, dan bahwa kapal perusak yang dilengkapi rudal itu akan segera diresmikan.
Sabalan adalah fregat kelas Alvand milik AL Iran yang semula dilengkapi hanya dengan empat rudal jelajah anti kapal dan ikut serta dalam 13 armada AL Iran.
Kapal fregat Sahand dan Sina Iran masing-masing dilengkapi dengan delapan rudal jelajah.
Dalam beberapa tahun terakhir, AL Iran meningkatkan kehadirannya di perairan internasional untuk melindungi rute maritim dan memberikan keamanan bagi kapal dagang dan tanker.
Sejalan dengan upaya internasional melawan pembajakan, AL Iran melakukan patroli di Teluk Aden dan Samudera Hindia, menjaga kontainer dagang dan kapal minyak yang dimiliki atau disewa oleh Iran atau negara lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, AL Iran berhasil menggagalkan beberapa serangan bajak laut terhadap kapal tanker minyak dan kapal dagang Iran dan negara-negara lain.
Disebutkan bahwa bahkan di era perang Iran melawan agresi Irak pada tahun 1980-1988, AL Iran juga telah mengawal lebih dari 10.000 kapal komersial untuk memastikan keselamatan perjalanan mereka, dan bahwa selama 12 tahun terakhir, AL Iran juga telah menggagalkan ratusan serangan bajak laut.
Doktrin militer Iran menyatakan bahwa kemampuan persenjataan negara republik Islam ini semata-mata untuk tujuan pertahanan.
Para ahli dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai kemajuan besar dalam pembuatan berbagai peralatan dalam negeri, sehingga menjadikan angkatan bersenjata Iran bisa berswasembada dalam bidang persenjataan.
Para pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa negara ini tidak akan ragu untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kekuatan rudal dan drone, yang sepenuhnya dimaksudkan untuk pertahanan, dan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah bisa dinegosiasikan. (mm/fna)
Baca juga: