Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengutuk represi AS terhadap aksi demo mahasiswa pro-Palestina di berbagai universitas di AS, dan mendesak Washington untuk segera menghentikan dukungan terhadap Israel.
“Penindasan dan perlakuan kasar oleh polisi Amerika dan pasukan keamanan terhadap para dosen dan mahasiswa yang memprotes genosida dan kejahatan perang rezim Israel di berbagai universitas terdorong oleh kekhawatiran dan kebencian yang sangat terhadap opini publik dunia,” tulis Amir-Abdollahian dalam sebuah postingan di platform X, Kamis (25/4).
“Penindasan ini sejalan dengan berlanjutnya dukungan penuh Washington terhadap rezim Israel, dan jelas menunjukkan standar ganda dan perilaku kontradiktif pemerintah AS terhadap kebebasan berekspresi,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Iran juga menyinggung “genosida terhadap puluhan ribu perempuan dan anak-anak Palestina, terutama setelah ditemukannya kuburan massal pasien dan korban luka serta staf medis di sekitar Rumah Sakit Nasser di Jalur Gaza”.
“Gelombang rasa muak dunia terhadap rezim Israel dan para pendukungnya tidak dapat disembunyikan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, “Gedung Putih harus segera berhenti mendukung kejahatan perang rezim Israel, dan dimintai pertanggungjawaban.”
Polisi AS telah menangkap ratusan pengunjuk rasa di berbagai lokasi di AS di tengah meningkatnya gelombang aksi protes di berbagai kampus terhadap perang Israel di Gaza.
Dalam tindakan keras terbaru, sekitar 108 penangkapan dilakukan di Emerson College,Boston. Sebelumnya, 93 orang di Universitas Southern California (USC), Los Angeles, ditahan atas tuduhan masuk tanpa izin.
Para pengunjuk rasa dan polisi juga bentrok di Universitas Texas di Austin. Pihak berwenang mengatakan 34 orang juga ditangkap di sana.
Bemakin banyak mahasiswa yang keluar dari kelas atau mencoba mendirikan perkemahan untuk memprotes kampanye militer Israel di Gaza.
AS telah memberi Israel dukungan militer dan intelijen secara maksimal sejak 7 Oktober, ketika Israel melancarkan perang. Washington juga telah memveto beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata dalam serangan brutal militer yang sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 34.100 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak.
Mahasiswa AS merah besar terhadap hubungan universitas mereka dengan rezim Israel dan dukungan penuh Washington kepada genosida.
Lebih dari 34.300 warga Palestina gugur dan lebih dari 77.200 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023. (mm/presstv)