Amman, LiputanIslam.com – Seorang akademisi dan ilmuwan politik terkemuka Yordania, Dr. Ghazi al-Rababa’a, merilis sebuah video di media sosial yang membahas dampak langsung bagi kawasan Timur Tengah jika Iran dikalahkan oleh militer AS dalam perang.
Dalam video yang dimuat di situs berita Rai al-Youm, pada hari Sabtu (31/1), dia mengatakan, “Kekalahan militer Republik Islam Iran, nauzubillah, akan menjadi peristiwa yang tidak seharusnya dirayakan oleh individu yang berakal waras dan dewasa di dunia Arab. Jika Iran kalah, konsekuensi langsungnya adalah pemaksaan agama Abrahamik kepada masyarakat Timur Tengah.”
Menurutnya, implikasinya di sini adalah bahwa perang terhadap Iran merupakan bagian dari rencana Amerika yang lebih luas untuk penaklukan dan penindasan terhadap Islam.
Dr. Rababa’a adalah tokoh terkemuka di bidang akademisi ilmu politik, tetapi ia sama sekali tidak menyukai sorotan publik dan tidak berpartisipasi dalam seminar politik. Kemunculannya di media sosial, di mana intervensi videonya tersebar luas di grup WhatsApp, merupakan berita penting bagi mereka yang terlibat dalam urusan politik.
Para netizen Yordania mengaku heran atas kurangnya pernyataan resmi pemerintah mengenai sikap pemerintah Yordania terhadap apa yang diperkirakan banyak orang sebagai perang yang akan segera terjadi antara AS dan Iran.
Hal ini disoroti oleh pegiat medsos Abdul Jabbar Gharaibeh dalam sebuah unggahan di platform X. Dia merujuk pada laporan Rusia yang diterbitkan di Moskow, yang mencantumkan negara-negara yang akan dibidik Iran dengan target pangkalan militer AS.
Yordania termasuk dalam daftar tersebut, dan pegiat lain, Suleiman Al-Jallad melalui Facebook mendesak pemerintah Yordania untuk komentar.
Para pengamat di media daring menunjukkan bahwa situasinya sulit dan kompleks. Para ahli menyatakan bahwa tidak adanya pernyataan pemerintah tidak menandakan perubahan sikap Yordania, yang didasarkan pada asumsi bahwa Yordania bukanlah pihak dalam konflik apa pun.
Pegiat Abdullah Adwan mendesak Menteri Ayman Safadi kembali di televisi untuk mengklarifikasi sikap pemerintah Yordania.
“Di mana Safadi? Perang sudah di ambang pintu, dan kita berada di tengah-tengah konfrontasi!” tulisnya.
Ammar Dala’een di Facebook menyatakan adanya situasi yang sangat kompleks, dan Ali Tarawneh juga menyarankan melalui Facebook agar rakyat Yordania mendukung pemerintah mereka dan fokus sepenuhnya pada kepentingan Yordania sendiri. (mm/raialyoum)